Transparan  News
6 September 2017

Aksi Demo Warnai Sertijab Kasie Pidsus Kejari Kabupaten Bekasi

Transparan News

TranparanNews, Cikarang -Massa yang tergabung dalam Gerakan Masyarakat Anti Korupsi (Gema Aksi)  melakukan asksi demo didepan Kejaksaan Negeri Cikarang  saat Acara serah terima jabatan Kepala Seksi (Kasie) Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi dari Rudi W Panjaitan ke  Angga Dhielayaksya  yang digelar di Aula Kejari Kabupaten Bekasi, Rabu (06/09) diwarnai dengan aksi demonstrasi.

Demo ini menuntut Kejaksaan Negeri Cikarang untuk peka dan menindaklanjuti penyelidikan atas dugaan-dugaan tindak pidana kasus korupsi yang ada di Kabupaten Bekasi.

Dalam keterangan tertulis Awak media  terima, sedikitnya ada 19 dugaan tindak pidana korupsi yang mereka sampaikan untuk ditindaklanjuti, seperti kasus Jembatan Bagedor yang berada di Kecamatan Muaragembong, pemindahan tiang listrik di sisi utara Kalimalang, mangkraknya  pembangunan kantor PDAM Tirta Bhagasasi, hilangnya Tanah Kas Desa, Alokasi Dana Desa (ADD), pipa tidur PDAM Tirta Bhagasasi di sepanjang jalan Serang – Cibarusah, sunatan anggaran Rumah Tidak Layak Huni, Instalasi Fiber Optik, dll.

 Untuk itu, mereka mendesak agar Kejaksaan Negeri Kabupaten Bekasi  menyampaikan secara terbuka atau menggelar pers confrence perihal kasus dugaan tindak pidana korupsi yang selama ini ditangani baik yang sudah selesai ditangani maupun yang sedang ditangani.
 
 Selain itu, sambungnya, Kejari Kabupaten Bekasi juga telah  menerima sejumlah laporan namun karena belum ada data-data yang akurat pihaknya tidak bisa mempublikasikan hal itu. Ditengah penjelasan Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, perwakilan massa aksi tersebut meninggalkan ruangan audiensi karena pihak Kejari tidak mau mememenuhi tuntutan mereka, yakni menyampaikan secara terbuka atau menggelar pers confrence.

Disela-sela perdebatan saat beberapa orang perwakilan aksi demo di terima di ruangan pengaduan Kejaksaan Negeri  dengan kepala kejaksaan, salah satu pihak kejaksaan, Adawan Hari ( kasi Intel Kejaksaa Negeri ), sempat diwarnai dengan emosional.

“Eh Lu jangan mancing-mancing,”ucap Adawan Hari kepada mahasiswa pendemo dengan nada emosi.

Ditengah penjelasan Kepala Kejari Kabupaten Bekasi, salah satu perwakilan massa aksi tersebut meninggalkan ruangan audiensi karena pihak Kejari tidak mau mememenuhi tuntutan mereka, yakni menyampaikan secara terbuka atau menggelar pers confrence.

Rahmat Hidayat, koordinator aksi mengatakan tidak puas dengan apa yang disampaikan Kajari Kabupaten Bekasi. Ia pun berjanji bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan kembali lagi untuk menggelar aksi serupa dengan membawa massa lebih banyak lagi.

“Kita tetap menuntut agar pihak kejaksaan melakukan confrensi pers saja, biar masyarakat tau tetapi hasil pertemuan tadi di dalam mereka tidak mau. Mungkin minggu depan kami akan kembali lagi kesini lagi,” tutupnya ( Nab)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *