Transparan  News
13 Desember 2018

Diduga Jual Barang Kadaluarsa, Alfamart Kp Poncol Bekasi Akan Dilaporkan

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Alfamart Kampung Poncol Bekasi Selatan, Diduga melanggar Undang undang  Perlindungan Konsumen Nomor 8 Tahun 1999 Tentang Perlindungan  Konsumen Republik Indonesia menjelaskan bahwa hak konsumen diantaranya adalah hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengonsumsi barang dan atau jasa, hak untuk memilih barang dan atau jasa, serta mendapatkan barang dan atau jasa yang sesuai aturan perundang undangan.

Hal ini diduga dilanggar oleh pengusaha anak usaha PT Sumber Alfaria Trijaya TBK di Alfa Tower lt 12 Alam Sutera Tangerang, yang berkedudukan di Jalan Jenderal Sudirman Kampung Poncol Bekasi Selatan, dengan menjual barang usaha yang sudah kadaluarsa.

Hal ini dapat dilihat, ada unsur kesengajaan atau kelalaian, yang jelas setelah dikonfirmasi kepada pihak Alfamart dengan bukti pembelian(Struk) juga barang bukti berupa minuman beserta botol, pihaknya mengakui adanya barang dagangan yang sudah kadaluarsa.

Hal ini dikeluhkan oleh konsumen Alfamart Kp Poncol Bekasi Selatan Kota Bekasi Dolfrin kepada Media mengatakan, saat mengkonsumsi minuman yang sudah kadaluarsa itu, rasa dimulut kurang enak, dan seperti adanya kelainan rasa, setelah dicek masa berlakunya minuman, sudah lewat dari jangka yang tertulis di dalam botol minuman, jelas Dolfrin.

Dijelaskan Dolfrin, pihak Alfamart ajak damai karena adanya kelalaian dari para petugas, namun Dolfrin mengaku menolak karena telah dirugikan dengan mengkonsumsi barang kadaluarsa.

Lanjut Dolfrin, akan membawa masalah ini ke pihak berwajib, pasalnya sebuah perusahaan besar sudah wajib memiliki SDM yang berkualitas, dan juga barang yang akan dijual juga seharusnya sudah terupdate dan jelas keamanan dan keselamatan nya, jangan sampai melanggar undang undang perlindungan konsumen.

Namun kata Dolfrin, kalau ada niat baik Kantor pusat Alfamart silahkan, dengan dimediasikan oleh teman wartawan anggota IWO Kota Bekasi, bos Alfamart mengatakan sudah selesai 86 dengan pihak korban, namun dibantah oleh Korban, bahwa dirinya belum ada penyelesaian dari pihak Alfamart, diakuinya ada pertemuan dengan pihak Alfamart namun tidak ada titik temu kesepakatan, dan ini dilakukannya agar ada efek jera terhadap pelayanan publik jangan sampai ada penjualan barang yang Kadaluarsa.

Setelah beberapa hari setelah kejadian, pihak Alfamart bersikeras mengatakan bahwa sudah selesai, korban merasa dipermainkan akan melakukan pelaporan dengan membawa barang buktinya, karena pernyataan pimpinan Alfamart mengatakan bahwa sudah ada kesepakatan damai atau 86 membuat dikorban ada ketersinggungan.(***)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *