Transparan  News
10 Januari 2018

Hari Terakhir Daftar KPUD, Pepen di Demo Warga Tergusur

Saut Manullang

TransparansNews, BEKASI – Rabu pagi (10/01/2018) sebelum calon Petahana, Pepen nama sapaan akrab Wali Kota Bekasi mendaftarkan diri ke KPUD untuk mendaftarkan diri kembali menjadi Wali Kota Bekasi, di Demo warga Kelurahan Pekayon Bekasi Selatan korban pengusuran satu tahun yang lalu.

Warga korban dari penggusuran oleh Pemerintah Kota Bekasi, dalam pernyataan tertulis mereka mengatakan bahwa Warga yang menempati tanah Kementrian Pekerja Umum dan Perumahan Rakyat yang di kelola Perum Jasa Tirta II Jati luhur di gusur oleh Pemerintah Kota Bekasi tanpa sosialisasi dan negoisasi antara pemerintah Kota Bekasi dan warga penggusuran.

Warga menempati tanah yang sudah memiliki surat izin pemanfaatan lahan dari perum jasa tirta II sejak 25 tahun yang lalu tidak mendapat ganti rugi apapun dari Pemerintah Kota Bekasi, ujar salah satu orator.

Mereka warga kelurahan pekayon yang terkena  penggusuran mengatakan bahwa mereka sangat menderita, psikologi anak-anak kami terganggu dan kehidupan ekonomi kami Inheren dengan ke sengsaraan kami.

Sejak pengusuran yang dilakukan Pemerintah Kota Bekasi terhadap tempat tinggal kami tak sedikitpun Pemerintah Kota Bekasi memberikan perhatian bahkan kami di anggap sebagai binatang dan di kucilkan oleh warga sekeliling kami.

Kami beranggapan bahwa hal ini merupakan penistaan manusia karena tidak ada solusi dari Pemerintah Kota Bekasi yang terlantarkan setelah penggusuran, ungkap pernyataan warga.

Warga pengusuran ini melakukan aksi demo di pintu belakang Kantor Wali Kota Bekasi dengan massa sekitar ratusan orang yang di kawal oleh puluhan anggota Kepolisian dari Polres metro Bekasi dan Satpol PP.

Dalam pernyataan sikap yang mereka buat secara tertulis mengatakan bahwa posko tempat perlindungan kami di teror mengatas namakan warga RW 017 Kelurahan Jaka Setia Kecamatan Bekasi Selatan dengan mengancam akan merobohkan posko yang kami bangun atas swadaya kami sendiri.

Kami sangat menyesalkan  provokasi yang di lakukan oleh Wali Kota Bekasi agar sesama rakyat benturan demi mempertahankan kesombongan penguasa, adu domba semacam ini adalah gaya politik Orde baru, bunyi salah satu pernyataan sikap mereka.

Mereka meminta agar Rahmad Efendi Wali Kota Bekasi untuk menemui mereka, tetapi sampai mereka selesai melakukan orasi, Pepen nama akrab Wali Kota Bekasi tidak kunjung datang menemui mereka.

Mereka juga mengatakan akan melakukan aksi Demo kembali sampai Pemerintah Kota Bekasi memberikan solusi terhadap penggusuran rumah mereka■ JOS/SAUT.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *