Transparan  News
27 November 2017

Kekurangan Uang, Penderita Hipospadia Tak Bisa Operasi

Saut Manullang

TransparanNews,MUARAGEMBONG– Hilal Luthfi Ramadhan (7) warga Kampung Bungin RT02/RW01, Desa Pantai Bakti, Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengalami cacat Hipospadia atau kelainan pada penis sejak lahir.

“Lubang uretranya berada di bagian bawah penis, padahal kalau normal berada di ujung penis,” kata ayah Hilal, Kusnadi (36) di Cikarang, Senin (27/11).

Putra pasangan Kusnadi dan Kartini (30) ini sedang membutuhkan uluran tangan dari para dermawan untuk memulihkan kondisi kelaminnya yang tidak normal.

“Kelainan ini sudah dialami sejak lahir. Kami selalu berusaha agar kelainan pada kelaminnya bisa normal seperti anak-anak pada umumnya,” katanya.

Menurut Kusnadi, usaha yang dilakukan secara swadaya oleh keluarga sudah sampai pada tahapan operasi saat Hilal menginjak usia 4 tahun. Namun tindakan operasi itu terhenti akibat keterbatasan dana yang dimiliki keluarga.

“Jadi memang waktu operasi pertama itu dokter menyampaikan kepada kami, perlu ada lagi operasi berikutnya agar kondisi kelamin anak kami bisa normal. Tapi anjuran dokter sampai sekarang belum bisa kami lakukan karena terbentur dengan biaya,” ujarnya.

Kusnadi memastikan, putranya saat ini masih bisa mengeluarkan urine, namun dikhawatirkan kondisi cacat itu dapat berdampak pada psikologis anak saat yang bersangkutan menginjak usia dewasa kelak.

Kusnadi mengatakan, tindakan operasi anaknya memanfaatkan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.

Tapi saat ini, kartu BPJS yang dimilikinya pun sudah tidak berlaku karena tidak mampu membayar angsurannya setiap bulan.

“Penghasilan saya tidak tentu mas. Kalaupun ada duit itu pun hanya cukup buat kehidupan kami sehari-hari, seperti makan dan sekolah anak kami,” ungkapnya.

Keluarga pasien saat ini diketahui berekonomi lemah, sebab rumah yang mereka tempati menumpang pada ruang kosong milik SDN Pantai Bakti 02 karena sang ayah telah diperbantukan bekerja sebagai penjaga sekolah tersebut.

Kusnadi dan istri pun berharap bantuan dermawan dapat memulihkan kondisi klamin putra semata wayangnya untuk hidup normal melalui operasi lanjutan.
“Dari pihak dokter sempat menyampaikan, jika anak kami kelainan bisa normal asal dilakukan tindakan operasi lagi sebelum batas usianya 9 tahun. Makanya, kami sangat berharap ada orang yang bisa membantu guna masa depan anak kami ini,” pungkasnya. (Nab) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *