Transparan  News
4 Desember 2018

Ketua LSM PKAP RI: Hati hati Penggunaan Uang Orang Tua Siswa

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Setelah Penilaian Akhir Semester (PAS) 1 di sejumlah SMPN Kota Bekasi, diduga banyak pihak sekolah melakukan kegiatan di luar sekolah sebagaimana biasa disebut Study tour, outing Class, Field study, dan lainnya tergantung sebutan sekolah masing-masing.

Hal ini dikatakan Ketua Lembaga Sosial Masyarakat (LSM) PKAP RI Tomu Silaen  bahwa setelah melakukan penelusuran kebenaran informasi terkait pungutan yang dilakukan pihak sekolah, secara khusus di SMPN 27 Kota Bekasi, Jumat (1/12/2018)

Menurutnya, pihaknya langsung mewawancarai sejumlah Siswa dan mengatakan, mereka jalan jalan hari senin tanggal 3/12/2018 menuju Bandung tempat Museum UPI, setelah itu ke Wisata Grafika Cikole, dan kunjungan wisata belanja lainnya.

“Untuk biaya jalan jalan di minta uang sebesar Rp, 500.000,” ujar Silaen kepada TransparanNews Selasa(4/12/2018)

Lanjut Tomu Silaen Ketua Umum LSM PKAP-RI mengatakan, terkait penelusuran yang dilakukan pihaknya sepertinya benar bahwa Pihak SMPN 27
memberangkatkan siswanya untuk outing Class ke Bandung, karena sudah konfirmasi langsung kepada Ketua Panitia Outing Clas, Ibu Agung Rusiawati,
sayangnya ketua panitia tersebut tidak terbuka soal biaya yang dipungut.

” Kami sangat kecewa, karena ditinggal begitu saja tanpa menyampaikan indormasi yg akurat,” ungkap Silaen.

Kami sedikit kecewa atas sikap Ibu Agung, seyogianya kooperatiflah menjawab pertanyaan yang diajukan, karena itu menyangkut uang, dan
peruntukannya harus tepat sasaran, tepat guna sebagaimana pengelolaan uang negara.

Jangan merasa karena uang dari orangtua siswa semena-mena
melakukannya, karena penggunaan uang yang bersumber dari orangtua jika tidak benar pengelolaannya, serta pertanggungjawabannya bisa berdampak pada persoalan hukum,
masih kata Silaen sapaan akrabnya.

Dikatakannya, bahwa pihaknya sudah
menyurati Dinas Pendidikan terkait kegiatan Siswa diluar sekolah, dan dalam surat tersebut kami tegaskan untuk meminta pernyataan Kepala Dinas selaku penanggung jawab Pendidikan di Kota Bekasi. 

Kami berharap jangan ada oknum memampaatkan kegiatan tersebut, jika ada lebih dari penggunaan uang
yang dipungut, sebaiknya dikembalikan saja, itu merupakan keterbukaan atas pertanggung jawaban pihak sekolah sebagai penyelenggara, tegas Silaen.

Untuk itu jika dihitung secara keseluruhan penggunaan kegiatan diluar sekolah diduga mencapai Milyaran rupiah, Jadi hati-hati penggunaan uang yang bukan milik pribadi,”tutupnya.(*)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *