Transparan  News
12 Januari 2020

Konsumen Ancam Lapor GM Bengkel Honda Mobil Ke Kepolisian

soepianto

TransparanNews, BEKASI – Satu tahun Tugas Luar, Konsumen Honda Mobil terperangah, kendaraannya sudah beralih alias pindah tangan dari bengkel tempatnya servis tanpa sepengetahuan pemilik. 

Sebut saja Ismet bukan nama sebenarnya, warga Kota Bekasi kecewa dengan pelayanan servis kendaraan, melihat mobilnya sudah tidak ada ditempat servis bengkel mobil tersebut. Selain terperangah, Ismet heran kendaraan tumpangannya kerja juga sudah tidak ada di bengkel itu.

Dalam keterangan Persnya, Ismet mengatakan, menyayangkan keberadaan mobilnya sudah tidak ada dilokasi servis kendaraan meski tanda terima servis masih ada ditangannya  namun pihak bengkel terkesan lepas tanggung jawab?

“Anehnya lagi pihak bengkel justru mengatakan, kalau mobil milik saya sudah melakukan dua kali servis,” ujarnya meniru perkataan pihak bengkel.

Ismet menjelaskan, ironis sekelas bengkel besutan jepang memperlakukan konsumen demikian seperti tidak lagi menghargai konsumen servis kendaraan resmi mobil honda.

“Memang kendaraan baru bisa saya ambil awal januari 2020 sejak mobil melakukan servis 31 Oktober 2018, itu dikarenakan saya sedang ada urusan diluar kantor lebih dari satu tahun,” ungkapnya.

Usut punya usut ternyata kendaraan yang diservisnya telah ditarik oleh pihak leassing dari bengkel tanpa pemberitahuan pemiliknya.

Ismet menganggap ini sebuah wanprestasi yang dilakukan bengkel honda terhadap konsumen, hal tersebut dikarenakan keberadaan mobilnya sudah bergeser ke pihak leassing.

Dia akui kendaran masih kredit, namun bukanlah wewenang bengkel untuk menyerahkan mobil milik saya kepada leassing.

“Seharusnya pihak bengkel menghubungi saya terlebih dahulu, bukan malah mengamini kendaraan saya dibawa pihak leassing,” sindirnya.

Dikatakannya, kendaraan itu saya servis guna kebutuhan kerja saya setiap hari. Memang benar saya ada urusan diluar lebih dari satu tahun lamanya, akan tetapi seyogyanya pihak bengkel harusnya mengkontak saya by phone dong.

“Kalau sudah seperti ini kejadiannya, mana tanggung jawab pihak bengkel,” ucapnya dengan nada kesal.

Merasa tidak dihargai, Ismet ancam akan laporkan kejadian ini ke Polrestro Kabupaten Bekasi pekan depan sebagai bentuk kekecewaan pelayanan yang diberikan kepadanya.

“Bengkel tidak memiliki kewenangan menyerahkan kendaraan miliknya kepada leassing, karena tanda terima servis masih ditangan saya,” tutupnya.

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *