Transparan  News
8 Oktober 2018

Paparkan Program 100 Hari Kerja Walikota Bekasi, Masyarakat Bekasi Barat Apresiasi

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi paparkan hasil peninjauan lapangan di wilayah Kecamatan Bekasi Barat kepada ratusan warga dan aparatur, Minggu, (07/10/18) di Aula Kantor Kecamatan Bekasi Barat Jalan Bintara Raya Kota Bekasi Jawa Barat.

Didampingi Wakil Walikota Bekasi Tri Adhianto, Pj Sekda Kota Bekasi Widodo Indrijantoro, para Kepala OPD, Camat dan Lurah, Bang Pepen sapaan akrabnya mengatakan program 100 hari kedepan,  bagaimana memetakan dan mencari solusi aktif kasus-kasus akut di masyarakat dengan kerja cerdas.

“Diantaranya untuk mempercepat perbaikan infrastruktur mengatasi banjir, kemacetan, pengelolaan sampah hingga penataan ruang wilayah yang lebih memadai,” ujar Bang Pepen.

Menurutnya agenda, turun kelapangan dengan menggunakan motor trail kebeberapa Kecamatan kemarin, untuk menangani persoalan infrastruktur dan pelayanan. Dan kita masukan menjadi dokumen prioritas perencanaan hingga 5 tahun dalam FKRW. Dengan dasar semangat niat membangun kota yang kita cintai.

Lanjut dia, program 100 hari jadi upaya pemenuhan visi misi Kota Bekasi yang Cerdas, Kreatif, Maju, Sejahtera dan Ihsan ditengah kondisi warga yang heterogen tentu dengan jalan satu-satunya saling menjaga kerukunan dan kedamaian.

“Modalnya rukun dan damai. Tiap persoalan ditandai dengan Kecerdasan Intelektual, Emosional dan Spiritual untuk membangun masyarakat 2,7 juta warga Kota Bekasi,” ungkapnya.

Wali Kota Bekasi kemudian menyebutkan rencana penanganan banjir berupa pembangunan polder penampung air di wilayah kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat tepatnya Perumahan Harapan Baru Regency RW 13 Muara Kali Boong hingga batas DKI Jakarta.

Lalu pembuatan polder Jakasampurna di Perumahan Bumi Fajar Indah yang keberadaannya bisa berimbas pada kondisi arus air ke wilayah kecamatan Medan Satria.

Kemudian, pelebaran jalan dan Saluran di jalan Bintara Raya dimulai dari simpang Pasar Kranji Baru hingga perbatasan dengan wilayah Pondok Kopi, DKI Jakarta.

Termasuk pelebaran jalan disimpang jalan Bintara-Pondok Kopi batas wilayah DKI untuk mengurai kemacetan, ditambah pembuatan gapura yang lebih bagus lagi.

“Dua wilayah ini juga perlu koordinasi yang inten akibat aksesibilitas warga masyarakatnya. Permasalahan sampah, macet dan banjir dipetakan bersama,” ungkapnya.

Persoalan lain yang jadi bahasan yakni penanganan sampah liar di wilayah kelurahan Bintara Jaya dan perbaikan saluran di kelurahan Kranji.

Tentunya ia pun ingin berbagai program tersebut mendapat dukungan stakeholder dan warga masyarakat sehingga bisa terealisasi.(ADVETORIAL/Chris)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *