Transparan  News
29 November 2017

Pengangguran Tinggi, DPR RI Sentil Disnaker Kabupaten Bekasi

Martinus Nababan
Anggota Komisi IX DPRD RI Putih Sari, saat mengelar kegiatan Integrasi Kampung KB di Desa Ragemanunggal, Kecamatan setu Kabupaten Bekasi, Senin (27/11).

TransparanNews,SETU-Program Dinas Tenanga Kerja (Disnaker) kabupaten Bekasi dirasa Nihil. Pasalnya peningkatan penganguran setiap tahunnya menjadi masih jadi polemik. Ditambah masih adanya perekrutan yang dilakukan oleh pihak ketiga  menyulitkan pencari pekerja Ujar Anggota Komisi IX DPRD RI Putih Sari, saat  mengelar  kegiatan Integrasi Kampung KB di Desa Ragemanunggal, Kecamatan setu Kabupaten Bekasi, Senin (27/11).

Putih mengatakan,pembludakan tihap tahunnya warga yang mencari pekerjaan, menjadikan tingkat pengangguran di Kabupaten Bekasi tergolong tinggi, ditambahkan banyaknya warga mengeluhkan susahnya masuk pekerjaan.

“Di Kabupaten Bekasi ini tenaga kerja jumlah pengganguran termasuk tinggi, saya juga sebenarnya selalu mendorong ini harus ada solusi, karena dari saya yang selalu warga saya temui keluhan masyarakat susah sekali masuk dunia, walaupun dia adalah orang Kabupaten Bekasi asli,” ucapnya.

Lanjut Putih, Ditambah juga warga pencari pekerja disusahkan dengan adanya pihak perekrutan untuk bisa masuk ke dunia industri.

“Karena memang di tengah persaingan di tengah pusat tenaga kerja, yang ada memperbolehkan pihak ketiga melalui perekrutan pihak ketiga untuk masuk ke industri, yang ini juga menyulitkan para pencari pekerja khusunya masyarakat kabupaten Bekasi,” kata Putih.

Dirinya juga menghimbau kepada warga, bekerja tidak hanya disuatu perusahaan, namun bisa juga dengan adanya suatu usaha mandiri dan juga disitu bisa menciptakan lapangan pekerjaan. 

Pasalnya, pemerintah pusat memiliki program pelatihan tersebut untuk warga.

“Tapi bagaimana juga masyarakat diberikan kesadaran, bahwasanya pekerja tidak harus dipabrik aja ga harus di perusahaan,” imbuhnya.

“Di pusat kita udah dorong supaya ada pelatihan-pelatihan, supaya menumbuhkan tenaga kerja mandiri, jadi mereka tidak hanya mencari pekerjaan, tapi bagaimana mereka bisa menciptakan lapangan pekerjaan,” sambungnya.

Dirinya menyayangkan atas Dinas Tenaga Kerja yang acuh terhadap fasilitas dan program yang diberikan pemerintah pusat.

Menurut Putih program Dinas Tenaga kerja dirasa tidak efektif dan tidak bisa mengurangi tingkat pengganguran yang terbilang tinggi di Kabupaten Bekasi.

“Di pusat kan ada program pelatihan dan juga saya dibeberapa wilayah juga memfasilitasi untuk dibawah tingkat kabupaten, tapi di Kabupaten Bekasi saya gatau habatitnya mungkin dinas katanya udah banyak program, tapi juga saya gamelihat itu, artinya tetap aja tapi tidak bisa mengurangi jumlah pengangguran tinggi,” kata politisi dari Gerindra.

“Kita ingin berikan bantuan tambahan program, tapi dinasnya sendiri yang menolak artinya merasa sudah mampu kemampuan daerahnya, saya apresiasi kalau mereka benar-benar, tapi kenyataannya tingkat pengangguran masih tinggi dan juga tenaga kerja mandiri kurang,” tutupnya. (Nab)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *