Transparan  News
12 November 2018

Peringati Hari Kesehatan Nasional, Tiga Kelurahan Dapat Penghargaan ODF

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Hari Kesehatan Nasional (HKN) diperingati setiap tanggal 12 November, baik ditingkat pusat maupun daerah. Tema pada Hari Kesehatan Nasional tahun 2018 adalah,“Ayo Hidup Sehat, Mulai Dari Kita”.

“Ayo hidup sehat, mulai dari kita merupakan slogan yang harus kita gaungkan dan laksanakan sebagai insan sehat. “Mulai dari kita” akan dapat mengubah wajah kesehatan Indonesia apabila dilakukan oleh seluruh masyarakat di negeri ini,” ucap Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Kota Bekasi, ditemui di kantornya, senin (12/11/2018).

Tanti Rohilawati mengatakan, HKN tahun ini juga menggalakan Gerakan Masyarakat Sehat (Germas), salah satunya adalah tidak membuang air besar sembarangan atau Open Defecation Free (ODF). Di Kota Bekasi sendiri sudah ada tiga Kelurahan yang mendapat penghargaaan bebas ODF, yakni Kelurahan Jatibening, Kelurahan Kota Baru dan Kelurahan Jatikarya.

Demi mendukung program ODF, para insan kesehatan memberikan perhatian kepada masyarakat dengan menyumbangkan pembuatan wc dan sepitenk di tiga Kelurahan yaitu, Kelurahan Aren Jaya, Kelurahan Pengasinan dan Kelurahan Bojong Rawalumbu

“Alhamdulillah di HKN tahun ini, para insan kesehatan memberikan perhatian kepada masyarakat untuk menyumbang wc dan sepitenk sesuai dengan standar. Semoga sumbangsih ini bisa membuat setiap wilayah bebas ODF,” pungkasnya.

Salah satu Kelurahan Jatikarya, Kecamatan Jatisampurna menjadi Kelurahan diantara tiga kelurahan di Kota Bekasi yang mendapat penghargaan ODF.

Saat dikonfirmasi, Lurah Jatikarya, Sulatifah merasa bangga wilayahnya mendapat penghargaan bebas ODF di Hari Kesehatan Nasional.

Seneng bahwa wilayah Jatikarya sudah mendapat penghargaan ODF, ujar Sulatifah

“Semoga dengan lingkungan bebas buang air besar sembarangan masyarakat sadar akan artinya pola hidup sehat,” ujarnya.

Sulatifah menjelaskan, capaian bebas ODF tersebut diraih dengan kerjas keras dan juga pendekatan khusus kepada masyarakat. Pasalnya, sebelumnya masih ada 3 tiga rumah yang masih Mandi Cuci Kakus (MCK) masih pergi ke empang atau comberan.

“Dengan pendekatan khusus, akhirnya warga mengerti dan membuat MCK di dalam rumah. Hingga akhirnya predikat Bebas ODF bisa tercapai di wilayah Jatikarya,” tuturnya.(Chris)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *