Transparan  News
16 Desember 2017

Pertengkaran Antar Kelompok di Kota Bekasi Telan Korban Jiwa

Saut Manullang

TransparanNews, KOTA BEKASI – Keributan antar golongan suku kembali terjadi dan memakan korban di Perumahan Titian, Rt 03 Rw 19, Kelurahan Harapan Jaya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Sabtu (16/12/2017) dini hari tadi.

Kali ini keributan terjadi antara Kelompok Forum Betawi Rempug (FBR) dan Kelompok Ambon (Pok Ambon). Akibatnya satu orang meninggal meninggal dunia dan tiga orang mengalami cidera.

Adapun korban meninggal dunia diketahui bernama Liem Eno Syqm (39) beralamat di jalan sungai Batang Hari Blok E No 142 Rt 05/014 Kel Harapan Jaya Kecamatan Bekasi Utara.Korban meninggal dunia setelah mengalami luka disekujur tubuh akibat sabetan senjata tajam (parang) dan bambu runcing.

Korban lainnya adalah, Noval Adam (20) warga Bekasi Utara mengalami luka sobek dibagian hidumg dan sudah dibawa ke Rumah Sakit Ananda Bekasi. Deni (34) warga Bekasi Utara mengalami luka dibagian kepala terkena lemparan batu, sedangkan Sugianto Alias Gian (35) mengalami luka di kepala dan punggung akibat kena benda tumpul dan bambu runcing.

Kasubbag Humas Polres Metropolitan Bekasi Kota, Kompol Erna Ruswing, mengatakan awal dari pentengkaran yang memakan korban jiwa ini karena sebelumnya anggota dari kedua kubu telah terlibat percekcokan karena anggota dari kelompok ambon mengintimidasi seorang pedagang sekitar pukul 22:30 WIB (Jumat malam) yang kebetulan kerabat salah satu anggota FBR.

“Saat itu dua anggota FBR lewat dan mencoba melerai. Namun, rupanya kelompok ambon ini tidak terima. Mereka lalu melakukan sweping ke gardu 95 FBR yang letaknya tidak jauh dari Pasar Poncol, Bekasi Utara.

Gesekan terjadi dan Ormas FBR mengahalau mundur sampai Perumahan Tytyan Indah pertengkaranpun tak bisa terhindari sehingga mengakibatkan satu orang meninggal dunia”, ucap Erna.

Selanjutnya, sekitar pukul 01.30 WIB, Ormas FBR melakukan penyerangan balik dengan membawa massa lebih kurang 200 orang ke Perumahan Tytyan Indah atau yang dikenal sebagai markas anak buah Jhon Kei.

“Beruntungnya kita sudah mengantisipasinya lebih dulu , disana sudah ada petugas yang bersiaga”, tambah Erna.
Usai melakukan pengamanan, petugas mengamankan beberapa barang bukti seperti empat kendaraan roda dua dalam keadaan habis terbakar, 13 bambu runcing, 3 tombak besi, celurit, tongkat besi berlumur darah, tongkat bambu darah dan lima golok berlumur darah. (Chris) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *