Transparan  News
24 Juni 2019

Petani Kota Bekasi Terima Bantuan Alat Mesin Pertanian Dari Pemerintah

Saut Manullang

TransparanNews, KOTA BEKASI –  Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, dan Sekda Reny Hendrawati dan serahkan bantuan alat mesin pertanian dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Tahun anggaran 2019, Senin(24/06/2019) saat pelaksanaan apel pagi di halaman kantor Pemkot Bekasi.

Penyerahan bantuan alat mesin pertanian berupa Traktor tangan roda dua (1 unit), pompa air (1 unit), Cultivator (2 unit), penyerahan dari Wali Kota Bekasi, Sekretaris Daerah, Asisten II, H. Makbullah, dan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Bekasi, H. Momon Sulaeman.

Salah satu petani aktif asal Jatiasih mengucapkan banyak terima kasih atas bantuan yang telah di berikan, Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kota Bekasi untuk para petani di Kota Bekasi.

Wali Kota Bekasi juga mengutarakan bahwa bantuan ini sebisa mungkin digunakan sebagaimana mestinya, agar juga mengurangi efek petani yang masih secara manual.

Lanjut Walikota, di Kota Bekasi ini memang untuk lahan bertani tidak banyak, tapi masih ada di daerah Mustika Jaya, Jati Asih, dan Pondok Melati, dulu masih ada di area Medan Satria dan Bekasi Utara tapi sekarang sudah dominan menjadi bangunan infrastruktur pengembang seperti Sumareccon.

Ditambahkan Walikota, Pejabat Pengelola Imformasi dan Dokumentasi utama dari OPD agar setiap hari mengecek berita dan media sosial, jika.ada suatu permasalahan agar segera dilakukan klarifikasi, jangan ada pembiaran mengakibatkan opini menjadi jelek, karena PPID masih lambat reaksi percepatan permasalahannya.

Berkaitan dengan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online, mengenai surat edaran dari Kementerian Pendidikan Nasional yang harus segera dikaitkan revisi Peraturan Wali Kota mengenai surat edaran sosialisasi pelaksanaan jangan sampai ada masalah, juga untuk Dinas mengenai pelayanan baik di Kecamatan dan Kelurahan agar disiapkan pemberian pelayanan yang terbaik dengan masyarakat.

Walikota juga menegaskan, untuk penugasan penuh dengan Mall Pelayanan Publik yang sudah beroperasi di Kota Bekasi menjadi pelajaran untuk evaluasi secara berkala, agar dilakukan FGD sehingga terminimalisir permasalahan yang ada, termasuk keamanan mulai daripada kesbangpol dan kelurahan serta kecamatan yang harus peka dilapangan menjadi laporan atas permasalahan agar dapat diatasi permasalahannya.(Chris)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *