Transparan  News
14 Januari 2020

Terjadi Penumpukan Penumpang, Jadwal Bus Transjakarta Bekasi-Jakarta Semrawut

soepianto

TransparanNews, BEKASI – Pengaturan Jadwal Bus Trans Jakarta (Bus Way-red) tujuan Bekasi Barat-Jakarta semakin semrawut. Sehingga, terjadi penumpukan penumpang di halte Transjakarta Bekasi Barat, Kota Bekasi, Jabar. Para penumpang mendesak, agar pihak PT. Transportasi Jakarta selaku pengelola Bus way segera menata ulang, jadwal keberangkatan trans Jakarta trayek Bekasi Barat, Summarecon-Jakarta. Selain itu, menindak awak Transjakarta yang sengaja membiarkan penumpukan penumpang.

“Trans Jakarta sudah tidak nyaman sekarang. Para awak bus semakin hari semakin tidak perduli dengan pengaturan jadwal keberangkatan. Bahkan, mereka dengan sengaja membiarkan terjadi penumpukan penumpang di halte. Sehingga, kami jadi antri hingga ke luar halte. Karena, haltenya tidak mampu menampung lonjakan penumpang. Para awak bus Trans Jakarta sudah kayak awak bus PPD jaman dulu. Mengangkut penumpang jika, jumlah penumpang sudah memenuhi bus. Jadi, Trans Jakarta tujuan Bekasi-Jakarta, tak ada bedanya dengan PPD jaman Dulu,”ujar Steven, salah seorang penumpang setia Trans Jakarta, kepada Transparannews.com, Senin (13/1) di Bekasi, Kota Bekasi, Jabar.

Kekecewaan senada diungkapkan, T. Siregar, salah seorang karyawan swasta sebuah perusahaan swasta yang setiap hari menggunakan jasa Trans Jakarta sebagai transportasi untuk menjangkau kantornya di DKI Jakarta. Bahkan, menurut T. Siregar, para awak Trans Jakarta, suka kucing kucingan dengan para penumpang. Mereka (awak bus Trans Jakarta) mengumpet di terowongan untuk menghindari penglihatan para penumpang. Ia mengaku, sudah berulang ulang melakukan protes atas sikap awak bus yang dengan sengaja menunggu penumpang menumpuk di halte, baru keluar dari terowongan menuju halte yang tidak jauh dari terowongan tersebut, guna mengangkut penumpang. Sehingga, desak desakan sesama penumpang kerap terjadi. Bahkan, akibat desak desakan antar penumpang ini kerap ber lanjut adu mulut sesama penumpang akibat ulah para awak bus tersebut. Namun, para awak bus, tidak perduli dengan keadaan tersebut.

“Saya minta, pihak PT. Transportasi Jakarta, selaku pengelola bus Tansjakarta, menindak awak busnya yang sengaja menunggu penumpang menumpuk atau banyak di halte, lalu mengangkutnya. Padahal, ada unit bus yang masih kosong. Karena, ulah awak bus Yang membiarkan penumpukan penumpang, akhirnya terjadi antri yang panjang dan bisa ber jam-jam di halte. Kendati demikian, kami para penumpang terpaksa melakukannya. Karena, sudah terlanjur mengantri. selaku warga yang baik, kami selalu taat pada aturan pihak Trans Jakarta. Bahkan, disuruh mengantri hingga ke luar halte juga, kami mau. Tapi, jika ini terjadi tiap hari, saya dengan tegas menyatakan, Trans Jakarta sudah tidak nyaman. Juga sudah tidak aman. Padahal, ajakan pihak Trans Jakarta agar masyarakat menggunakan bus way, sudah kami lakukan. Dengan harapan, dapat mengurangi kemacetan di Jakarta. Kami, sebagian besar memiliki kendaraan pribadi. Tapi, karena kami sadar akan ajakan Trans Jakarta, sehingga, kami naik Trans Jakarta. Kami memang sempat merasakan keamanan dan kenyamanan Trans Jakarta. Tapi hanya di awal saja. Sekarang, sangat tidak nyaman,”ungkap Siregar.

Desakan senada juga diutarakan penumpang Trans Jakarta lainnya. M. Purba. Penumpang yang sudah lanjut usia ini bahkan mengecam keras sikap awak bus Trans Jakarta yang sudah tidak perduli dengan penumpang yang lanjut usia. Dengan kondisi berdesak desakan dan saling berebutan naik ke dalam bus Trans Jakarta, Purba yang bekerja sebagai pedagang di salah satu pasar di Jakarta jadi kelihangan para pelanggannya. Karena, dirinya kerap terlambat membuka kiosnya. Purba memilih mengalah dan tidak kuat dengan saling dorong dengan penumpang yang lebih mudah darinya. Bahkan dirinya, pernah hampir jatuh ke kolong antara halte dan lantai bus Trans Jakarta.

“Ini semua gara gara ulah awak bus yang tidak perduli lagi dengan para penumpang. Mereka selalu mengangkut penumpang setelah jumlah penumpang penuh dan sampai mengantri panjang hingga keluar dari halte bus. Para awak bus membiarkan para penumpang saling rebutan tempat duduk. Kalau dulu masih bagus. Penumpang lanjut usia seperti saya bahkan, selalu didahulukan untuk duduk. Karena bus Trans Jakarta tidak menunggu penumpang hingga penuh di halte. Kalau sekarang, sangat parah pelayanan nya. Saya mohon pihak pengelola menata kembali jadwal keberangkatan setiap unit busnya. Terus, segera menindak para awak bus yang tidak becus dan tidak perduli dengan keadaan para penumpang,”tandasnya. (Beston Purba)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *