Transparan  News

Nasional

Mahfud MD Mementahkan Kesaksian Sang Keponakan, Hairul Anas Suaidi

TransparanNews, JAKARTA – Mahfud Md mementahkan kesaksian sang keponakan, Hairul Anas Suaidi. Eks Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu menilai Anas belum bisa membuktikan dalil gugatan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno soal adanya kecurangan di Pilpres 2019. Anas merupakan saksi tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam sidang gugatan Pilpres di MK yang dihadirkan untuk memberikan kesaksian soal materi ‘kecurangan

PBB Menyesalkan Sikap Salah Satu Calegnya Yang Bersaksi untuk Pasangan 02

TransparanNews, JAKARTA – Partai Bulan Bintang (PBB) amat menyesalkan sikap salah satu caleg mereka, Hairul Anas Suaidi, yang bersaksi untuk tim hukum Prabowo-Sandi dalam sidang MK dengan menceritakan materi saksi yang diberikan kubu Jokowi-Ma’ruf. Padahal PBB mengklaim Anas merupakan salah satu orang yang setuju dengan pencalonan Jokowi sebagai capres yang didukung mereka. “Saksi termasuk orang yang

Saksi Prabowo-Sandi Mengatakan, Ganjar Meminta Aparat Sebaiknya Tak Netral

TransparanNews, JAKARTA – Caleg PBB, Haerul Anas Suaidi, yang dihadirkan tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai saksi dalam sidang gugatan hasil Pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) bicara pesan dari Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ke aparat. Dia menyebut Ganjar meminta aparat sebaiknya tak netral di pemilu 2019. Awalnya, Anas menjelaskan rangkaian acara ketika Ganjar bicara hal

Viral Tarif Listrik Naik, Jonan : Itu Kabar Hoaks

TransparanNews, JAKARTA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan memastikan bahwa tidak ada kenaikan tarif dasar listrik (TDL) seperti yang ramai di jagat media sosial Twitter. Jonan juga tidak mengetahui hal tersebut. “Nggak, nggak ada itu. Saya nggak pernah tahu sih,” kata Jonan di Komplek Istana, Jakarta, Rabu (19/6/2019). Dirinya memastikan, sampai saat

Haris Azhar Memutuskan Mundur Jadi Saksi Pasangan Prabowo – Sandi

TransparanNews, JAKARTA – Advokat pegiat isu hak asasi manusia (HAM) Haris Azhar memutuskan mundur dari posisi saksi yang dihadirkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Sedianya Haris didaftarkan sebagai saksi di persidangan MK hari ini oleh tim Prabowo-Sandi. “Saya menolak memberikan kesaksian karena ada beberapa alasan,” kata Haris kepada wartawan, Rabu (19/6/2019). Dia mengajukan surat penolakan memberikan kesaksian

Polri Menegaskan Akan Menggalakkan Patroli Siber Terkait Maraknya Hoax

TransparanNews, JAKARTA – Polri menegaskan akan menggalakkan patroli siber terkait maraknya hoax atau berita bohong, juga ujaran kebencian. Siapa saja yang terbukti menyebar hoax dan ujaran kebencian, bisa dijerat pidana. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo menjelaskan, patroli ini tidak hanya dilakukan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, namun juga Kementerian Komunikasi

Anggota Hakim Konstitusi Meminta Tim Hukum Pasangan Capres No Urut 02 Menyerahkan Bukti Fisik

TransparanNews, JAKARTA ‐ Anggota hakim konstitusi Enny Nurbaningsih meminta tim hukum pasangan capres nomor urut 02 Prabowo-Sandiaga menyerahkan bukti fisik dari 17,5 juta data Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang disebut tak wajar oleh saksi dalam sidang sengketa hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi, Rabu (19/6). Sebab, hakim tak menemukan bukti fisik data tersebut.  “Ini bukti P155 tentang

Hakim Mengingatkan Agar Tidak Menggunakan Saksi Manipulatif dan Siluman

TransparanNews, JAKARTA – Hakim konstitusi Suhartoyo menegur Agus Maksum dari tim hukum Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Hakim mengingatkan agar saksi tidak menggunakan diksi manipulatif dan siluman. “Anda jangan menggunakan diksi manipulatif atau siluman, ada data yang tidak sesuai antara data sebenarnya dengan data pembandingnya. Jangan menyimpulkan manipulasi atau siluman, pakai diksi yang lebih netral tidak kemudian nuansanya

MK Tidak Berkenan Membuka Sidang, Barang Bukti Tambahan Prabowo-Sandi Tidak Memenuhi Syarat

TransparanNews, JAKARTA – Mahkamah Konstitusi (MK) kembali menggelar sidang lanjutan sengketa Pilpres 2019, Rabu (19/6). Pada agenda hari ini, MK mendengarkan keterangan saksi dan ahli yang diajukan pemohon, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Namun dalam pelaksanaannya, MK tidak berkenan membuka sidang karena ada sejumlah barang bukti tambahan Prabowo-Sandi yang tidak memenuhi syarat sebagai alat bukti sah. Banyak berkas