Transparan  News
11 Februari 2018

Laju Inflasi Kota Bekasi “Year on Year” Sebesar 3,15 Persen

Soepianto Naibaho

TransparanNews, BEKASI – Berdasarkan Data atau catatan Badan Pusat Statistik Kota Bekasi bahwa pada Januari 2018 di Kota Bekasi terjadi inflasi sebesar 0,94 persen dengan Indeks Harga  Konsumen (IHK) sebesar 127,96. 

Inflasi di Kota Bekasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks di 5 (lima) kelompok pengeluaran pada Bulan Januari 2018. Berturut-turut yaitu, kelompok bahan makanan mengalami inflasi sebesar 2,92 persen, kelompok sandang inflasi sebesar 0,94 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau inflasi sebesar 0,69 persen, kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan inflasi sebesar 0,64 persen, dan kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar mengalami inflasi sebesar 0,06 persen.  Kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga tidak mengalami perubahan harga yang signifikan, dan kelompok kesehatan mengalami deflasi sebesar 0,05 persen.

Laju inflasi tahun kalender 2018 “year to date”  Kota Bekasi sebesar 0,94 dan laju Inflasi tahun ke tahun “year on year” (Januari 2018 terhadap Januari 2017) sebesar 3,15 persen.

Dampak Inflasi Terhadap Masyarakat sangatlah berefek besar terhadap sektor perekonomian dan seluruh masyarakat akan bisa merasakan dampak dari inflasi ini. harga-harga barang melambung tinggi sedangkan nilai uang terus merosot bahkan mungkin sampai titik dimana uang sudah tidak memiliki harga.

Bagi masyarakat yang memiliki pendapatan tetap, Inflasi sangat merugikan. Kita ambil contoh seorang pensiunan pegawai negeri tahun 1990, pada tahun 1990, uang pensiunannya cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Pada tahun 2003 atau tiga belas tahun kemudian daya beli uangnya mungkin hanya tinggal setengah. Artinya, uang pensiunannya tidak lagi cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebaliknya, orang yang mengandalkan pendapatan berdasarkan keuntungan seperti pengusaha tidak dirugikan dengan adanya inflasi. Begitu juga dengan pegawai yang bekerja diperusahaan dengan gaji yang mengikut tingkat inflasi.

Bagi masyarakat yang meminjam uang kepada Bank, Inflasi menguntungkan, Nilai uang pada saat mengembalikan lebih rendah dibandingkan pada saat meminjam. Sebaliknya, pihak yang meminjamkan akan merasa dirugikan.

Bagi Produsen, Inflasi dapat menguntungkan bila pendapatan yang diperoleh lebih tinggi daripada kenaikan biaya Produksi. Bila ini terjadi, produsen akan terdorong untuk melipatgandakan produksinya.

Namun disisilain, inflasi bisa menyebabkan naiknya biaya produksi hingga pada akhirnya merugikan produsen. Hal tersebut membuat produsen merasa enggan untuk meneruskan produksinya, produsen bisa menghentikan produksinya untuk sementara waktu bahkan bila tidak sanggup mengikuti laju inflasi, usaha produsen tersebut mungkin akan bangkrut.

Selain diatas, inflasi juga berdampak terhadap kegiatan ekonomi masyarakat, yakni orang cenderung menyimpan kekayaan dalam bentuk harta tetap dibanding uang, tidak adanya simpanan investasi dalam bentuk uang, Pengusaha enggan berinvestasi, Daya beli masyarakat menurun akibat menurunnya nilai mata uang.  (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *