Transparan  News
6 Desember 2018

Menpar Arif Yahya Di Anugerahi MoTY Tahun 2018

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Prestasi dan pencapaian sungguh luar biasa, suatu pencapaian yang patut diberikan acungan jempol juga Apresiasi, dimana Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya di Anugerahi Mark Plus Marketeer of The Year (MoTY) 2018, Kamis (6/12/2018).

Menteri pariwisata yang 5 tahun berturut-turut dipercaya sebagai Ketua Tim Dewan Juri MoTY, didaulat menjadi The Best Marketing Minister of Tourism Of Asean. Hal itu diungkapkan oleh Asisten Deputi (Asdep) Pengembangan Desnitasi Regional Wilayah Barat Kemenpar Lokot Ahmad Enda Siregar melalui selulernya.

Katanya, yang lebih istimewa, pengakuan didaulatnya Menpar Arif Yahya mendapat penghargaan dari seorang marketing guru kelas dunia Philip Kotler, juga dari Hermawan Kartajaya, Hooi Den Huan selaku Tri-Founder Philip Kotler Center For ASEAN Marketing.

Pada kesempatan yang sama, Menpar Arif Yahya menyebut kehormatan bagi dirinya. “Ini merupakan penghargaan bagi seluruh upaya dan dedikasi seluruh jajaran Kementerian Pariwisata. Sekarang kami makin percaya diri membawa National Brand Wonderful Indonesia”, ucap Menpar Arief Yahya.

Melalui teleponya, Asdep Lokot juga menyebut wajar Menpar merasa terhormat, semua tahu seorang Philip Kotler adalah guru marketing kelas dunia yang tidak diragukan lagi. Telah banyak buku marketing yang dia buat dengan ide cemerlang, mulai dari textbook sampai buku-buku praktis. Bahkan harian financial time telah menobatkannya sebagai ”Most Influential Business Writer or Management Guru, sehingga posisinya bisa disejajarkan dengan Jack Welch, Bill Gates, dan Peter Drucker.

Dijelaskan juga, alasan Philip Kotler memilih Arief Yahya, menurutnya karena Menpar adalah marketing handal, bahkan ketika ia masih nakhoda di PT Telkom Indonesia, PT Telkom memperoleh laba naik double dalam waktu dua tahun.

“Begitu juga ketika dipercaya oleh presiden Jokowi sebagai menteri di Kementerian Pariwisata, sepak terjangnya untuk menginspirasi banyak kepala daerah untuk pengembangan pariwasata juga pejabat struktural baik kalangan swasta banyak yang mencontohnya. Dan apa yang akan dilakukan Menpar, selalu mendapat respons positif dari publik”, ungkapnya.

Selain itu, ketika dipercaya menjadi Menteri Menpar, telah dibuktikan mampu mengubah wajah Kemenpar dari sebuah Kementerian Birokrasi menjadi sebuah Kementerian yang mirip Korporasi. Sebuah terobosan yang sangat luar biasa. Sekarang Kemenpar telah dipoles menjadi Kementerian marketing, produknya Pariwisata Indonesia”, tutur Lokot.

Arif Yahya juga terapkan WIN Way, Wonderful Indonedia Way! atau yang disebut dengan jurusnya 3S (Solid, Speed dan Smart). Dan hal ini dia buat untuk membangun budaya kerja atau Corporate Culture Kemenpar.

“Tak diragukan lagi Doktor alumni Unpad Bandung itu memang punya skema kerja yang sistematis. Semua dia kerjakan secara simultan, bahkan deregulasi yang menjadi perhatiannya. Arief Yahya mampu mendorong kebijakan Visa Free untuk 169 negara, dari sebelumnya hanya 15 negara ASEAN. Deregulasi juga dilakukan di bidang Yacht, perahu pesiar, dengan penghapusan CAIT. Dengan ini izin masuk yacht langsung terpangkas hanya dengan 3 jam, dari sebelumnya 3 minggu”, ungkapnya.

Begitu juga regulasi di kapal cruise dengan pencabutan sabotage. Regulasi ini memungkinkan sebuah kapal pesiar berbendera asing bisa berlabuh untuk menaik turunkan penumpang di 5 pelabuhan di indonesia.

Juga dibidang pemasaran, seorang Arief Yahya sudah melakukan banyak terobosan sehingga branding Wonderful Indonesia menembus 100 peringkat ke level ke 47 dari sebelumnya not available (N/A), branding wonderful indonesia sudah mengalahkan Malaysia (94) dan Thailand (83).

“Bahkan Kemenpar terpilih sebagai The Best Ministry of Tourism atau best National Tourism Organizaton (NTO) diajang TTG Travel Awards 2018 di Bangkok, begitu juga diberbagai travel mart dunia dari Berlin, Bulgaria, Singapore, India, Los Angeles, Prancis, Hongkong, Selandia Baru dan juga juara lainya semua ini diraih setelah Arif Yahya dipercaya menjadi nakhoda di Kemenpar”, sebut Lokot.

Perlu juga diketahui pada tahun 2017 sumbangan devisa dari sektor pariwisata melesat menjadi sekitar USS 16.8 Miliar dan angka ini diprediksi akan meningkat menjadi 20 persen menjadi USS 20 miliar pada tahun 2018.

“Untuk itu kami akan terus mencari celah atau peluang untuk meningkatkan jumlah wisman dari lima prioritas pasar antara lain Singapore, Malaysia, China, Australia dan Jepang. Sehingga pariwisata akan tumbuh menjadi kekuatan utama perekonomian Indonesia dan modal kita sudah kuat, sebab Pariwisata adalah DNA kita”, ujar Arif melalui Asdepnya. (Rijhondhy

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *