Transparan  News
11 Februari 2018

Pengembangan Bandara Kualanamu Menunggu Persetujuan Kemenhub

Soepianto Naibaho

TransparanNews, MEDAN – PT Angkasa Pura II telah membuat rencana induk pengembangan Bandara Internasional Kualanamu di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara hingga  tahun 2036. Rencana tersebut saat ini sedang dalam proses untuk persetujuan di Kementerian Perhubungan.

Deputy Manager Bandara Internasional Kualanamu, Yusuf menjelaskan, pengembangan bandara tersebut dilakukan karena melihat terus meningkatnya trafic penerbangan di bandara terbesar kedua di Indonesia tersebut sejak 2013-2017.

“Tahun 2013 traffic penerbangan untuk pesawat itu 6,8 persen, 2016 sebesar 10,1 persen dan 2017 itu 19,7 persen. Tahun 2018 ini kita prediksi naik lagi meskipun tidak setinggi 2017,” kata Yusuf belum lama ini.

Yusuf menambahkan, untuk pertumbuhan penumpang di Bandara Kualanamu juga mengalami peningkatan sejak tahun 2013 yakni 4,6 persen, 2016 (12,3 persen), 2017 (11,7 persen) dan 2018 diperkirakan naik 10,5 persen.

Yusuf mengungkapkan, pengembangan tersebut harus dilakukan mengingat kapasitas terminal bandara yang telah melewati batas maksimal. Pada 2017, kapasitas terminal mencapai 10 juta orang lebih, padahal terminal tersebut dirancang untuk 9,2 juta orang. 

“Dulu asumsi kita 9 juta itu baru tercapai tahun 2021. Tapi melihat pertumbuhan, ternyata tahun 2017 sudah tembus, bahkan sudah 10 juta,” ujarnya.

Oleh karena itu, lanjut Yusuf, berdasarkan rencana kantor pusat, ada tiga tahap pengembangan Bandara Internasional Kualamu. 

Tahap pertama seperti perluasan ruang check in, ruang tunggu, perluasan apron dan perpanjangan taxiway telah dilaksanakan. Saat ini memasuki pengembangan tahap dua  dimana studinya sudah dilakukan tahun ini. Pengembangan tahap dua ini berupa perluasan terminal, penambahan rapid exit taxiway F, perluasan apron cargo dan pengembangan parkir kendaraan dan bus serta area komersil di Landside.

Sementara pengembangan tahap tiga, yakni pembuatan runway 2, taxiway 2, apron2, perluasan apron cargo, dan pembuatan taxiway cross runway 1 ke runway 2. 

Sumber : KBRN

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *