Transparan  News
15 April 2019

Warga Tanjung Mulia Resah Akibat Pembangunan Jalan Tol

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Proyek pembangunan jalan Tol Medan-Binjai hampir 100 persen rampung, namun menyisakan duka bagi warga Tajung Mulia sebut saja Sunardi pemilik sekaligus penghuni rumah di Alpaka 7 No.25 Lingkungan 6 Tanjung Mulia Hilir, karena terdampak pembangunan, dimana dinding rumahnya mengalami retak-retak. 

Kepada transparannews, Sunardi menuturkan, sebelumnya, PT HKI sudah pernah berjanji untuk memberikan ganti rugi, namun sampai saat belum menepati janji tersebut.

Sunardi juga mengatakan, sebelum proyek jalan tol ini berjalan rumahnya sudah berdiri lama di lokasi tersebut.

“Saya juga bingung, setahu saya mestinya ada sosialisasi kepada saya sebagai warga yang berdomisili di kampung ini terkait proyek pembanguanan jalan tol ini. Tiba tiba proyek berjalan, tapi tidak saya permasalahkan karna saya tidak mau menghalang halangi proyek pemerintah. jalan tol ini kan dibangun untuk kebaikan rakyat, jadi harus didukung. Tapi seiring berjalannya pembangunan jalan tol ini, tembok rumah yang kami tempati ini retak retak. Saya ambil inisiatif untuk mengadukan ini kepihak PT HKI sebagai pelaksana pembangunan proyek jalan tol agar pihak pelaksana proyek yaitu PT HKI memperhatikan tembok rumah saya yang retak- retak. Alhasil pada waktu saya menghadap pertama kali saya diperlakukan seperti bola, lempar sana lempar sini. Lalu saya coba melaporkan hal ini untuk yang kedua kali dan saya diterima oleh pihak PT HKI yang bernama Edy Suhardy selaku staff umum. Edy mengatakan terkait hal ini akan kami evaluasi dan menunggu tim dari jakarta yang langsung mengkaji hal ini. namun sudah beberapa bulan berlalu sejak saya laporkan hal ini dari bulan januari 2019 pihak dari PT HKI pun ga ada kabar”, jelas Sunardi.

Lanjutnya menuturkan, saya bingung beberapa hari yang lalu ada yang datang kerumah saya mengaku dari pihak PT HKI bagi-bagi uang sebesar Rp.2,5 juta, kebetulan pada saat itu saya tidak dirumah yang ada dirumah hanya istri saya. Namun istri saya tidak mau menerima uang itu, “jawab istri saya, tunggu suami saya aja mas saya tidak berani menerima uang tanpa alasan yang jelas kata istri saya”. Setelah saya sampai dirumah, saya cari tau kepada Ketua Lingkungan (Kepling) terkait uang yang dibagi-bagi kepada masyarakat. ternyata uang itu adalah uang ganti rugi kepada masyarakat yang rumahnya retak-retak karena getaran pembangunan jalan tol kata kepling kesaya. Lengkap dengan alat bukti kwitansi resmi atas nama PT HKI yang sudah dikeluarkan pihak PT.

“Sangat saya sayangkan sikap dari PT HKI, apa maksudnya memberikan dana kompensasi sebesar itu. sementara kalau rumah saya roboh akibat retakan yang di timbulkan proyek pembangunan jalan tol ini siapa yang akan bertanggung jawab?? kalau tidak ada korban jiwa, kalau ada gimana?? apakah dengan Rp.2,5 juta dana kompensasi yang diterima masyarakat bisa mencukupi. Pakai hati nurani lah, kami masyarakat yang ada di lingkungan 6 Tanjung Mulia Hilir lebih merasakan dampak buruknya pembangunan Tol Medan-Bijai ini. Saya harap pihak PT HKI dan pihak terkait lainnya dapat lebih propesional dan memperhatikan serta menyelesaikan permasalahan ini sesuai dengan undang-undang yang ada”, tutup Sunardi menceritakan.

(Dolfri)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *