Transparan  News
12 Juni 2018

Anggota Polsek Bantar Gebang Lumpuhkan Pencuri Rumsong

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Kepolisian Polsek Bantargebang berkomitmen akan menindak tegas dan tidak main-main dengan pelaku pencurian di rumah kosong (Rumsong) atau rumah yang ditinggal pemilik saat pelaku beraksi. Hal itu dibuktikan dengan tindakan, dimana satu dari dua pelaku pencurian ditembak, setelah membobol rumah di Pondok Timur Indah, Kelurahan Mustikajaya, Kota Bekasi.

Tersangka EF (28 tahun), ambruk ditembak karena mencoba kabur saat hendak ditangkap, sedangkan I (34 tahun) diamankan Polsek Bantargebang.

Penangkan berawal ketika pemilik rumah, Imam Santoso melapor ke Polsek Bantargebang.

Kapolsek Bantargebang, Kompol Siswo mengatakan, kedua pelaku ditangkap setelah aksinya dipergoki pemilik rumah yang baru tiba sepulang kerja.

“Korban melihat lampu yang berada di rumah menyala, padahal saat korban dan istri berangkat bekerja lampu rumah dalam keadaan mati,” kata Kapolsek menerangkan kepada wartawan, Senin (11/6).

Tidak lama setelah pemilik rumah memergoki aksi pencuri, kedua pelaku keluar dari rumah korban dan langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor. Korban langsung berteriak hingga mengundang perhatian warga sekitar.

“Warga langsung datang dan membantu mengejar pelaku,” ungkap Kapolsek.

Satu pelaku ditangkap sementara EF berusaha kabur. Anggota Polsek Bantargebang yang ikut mengejar memberi tembakan peringatan, namun pelaku tetap kabur, “Terpaksa kami menembak kakinya supaya dapat dilumpuhkan,” ujar Kapolaek.

Kini kedua pelaku di bawa ke Polsek Bantargebang, dengan barang bukti hasil curian berupa dua buah liontin emas, dua cincin mutiara, satu cincin emas bayi, satu gelang emang bayi, uang tunai Rp 1,5 juta.

“Total kerugian mencapai Rp 5.500.000,” jelas Kapolsek.

Dari keterangan pelaku, tersangka I bertindak sebagai eksekutor rumah kosong, sedangkan tersangka EF bertindak mengawasi situasi saat aksi pencurian tengah berlangusng. 

“Tersangka mengaku baru satu kali beraksi di Bekasi dan beberapa kali di Jakarta. Atas perbuatannya kedua pelaku dijerat pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara”, jelas Siswo. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *