Transparan  News
10 Maret 2018

Bandit Spesialis ATM Akhirnya Berakhir Dibalik Jeruji

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Sepak terjang tiga bandit spesialis pengganjal kartu ATM ini berakhir di jeruji tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Priok. Sebelumnya, selama tiga tahun kawanan ini menguras uang dari mesin ATM bermodus mengganjal dengan tusuk gigi.

Tak hanya di Jakarta , mereka juga kerap beroperasi di sejumlah kota di Jawa Tengah. Dalam sebulan uang puluhan juta rupiah mereka raup dari hasil kejahatan tersebut.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Eko Hadi Santoso menyebutkan , ketiga tersangka yang diamankan adalah S, 29 tahun, YA, 25 tahun, dan AN, 30 tahun.

Dijelaskan AKBP Eko, aksi terakhir mereka lakoni pada Jumat (9/3/2018) di mesin ATM BCA satu minimarket di Jalan Danau Agung 2, Tanjung Priok. Saat itu korban bernama Ari, hendak mengambil uang di ATM, namun korban kesulitan memasukkan kartu ATM.

“Saat itu datanglah ketiga pelaku menawarkan bantuan dan tanpa disadari kartu ATM korban sudah ditukar oleh tersangka,” ujar Kapolres, Sabtu (10/3/2018).

Selanjutnya kawanan ini menguras uang korban di lokasi berbeda. Sementara korban yang menyadari saldo di rekeningnya berkurang langsung melapor ke polisi.

“Kurang dari 24 jam ketiga tersangka berhasil kita amankan di daerah Tamansari, Jakarta Barat. Petunjuk identitas tersangka kami peroleh karena aksi mereka terekam kamera CCTV,” ujar Kapolres lagi.

Dijelaskan Kapolres, dalam menjalankan aksinya kawanan ini berbagi peran, ada yang memasang atau mengganjal mulut ATM menggunakan tusuk gigi, menukar kartu ATM dan menguras uang.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok, AKP M. Faruk Rozi menambahkan , pengakuan tersangka mereka sudah beraksi selama tiga tahun. Tak hanya di Jakarta , ketiganya juga kerap beroperasi di sejumlah kota di Jawa Tengah di antaranya Yogyakarta dan Magelang.

“Bisa di bilang penjahat antar provinsi,” katanya didampingi Kanit Krimsus Polres Pelabuhan Tanjung Priok Iptu Falva Yoga P, Sik, Msi .

“Dalam sebulan mereka bisa meraup Rp40 juta,” kata AKP Faruk menambahkan.

Ketiga bandit ini belum pernah ditangkap sebelumnya selama menjalankan aksinya. “Baru kali ini ditangkap,”kata AKP Faruk.

Kemampuan para pelaku pencurian dengan modus card trapping atau ganjal kartu ATM ternyata diperoleh dari dunia maya. Mereka memperoleh ilmu tersebut dari YouTube untuk kemudian mempraktekkannya.

“Kemampuan mereka tersebut diperoleh dari belajar otodidak dengan melihat di YouTube,” ungkap AKP Faruk.

Sejumlah barang bukti diamankan dari tangan para pelaku seperti satu kotak tusuk gigi, uang tunai sebesar Rp 1,2 juta, 27 kartu ATM dari berbagai bank seet , dua buah handphone. (Anwar/Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *