Transparan  News
2 November 2017

Buruh Minta UMK 2018 Naik 50 US Dollar

Martinus Nababan

TransparanNews,CIKARANG– Rapat pleno penetapan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Bekasi Tahun 2018 oleh Dewan Pengupahan Kabupaten Bekasi yang terdiri dari pemerintah, serikat buruh, pengusaha dan akademisi digelar di ruang rapat Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Bekasi, Kamis (02/11/2017).

Perwakilan buruh, Amier Mahfouzh usai pleno mengungkapkan, Sesuai agenda hari ini (2/11/2017), pukul 13.00 Pleno Penetapan UMK Kabupaten Bekasi ditetapkan, sementara untuk Upah Minimum Provinsi (UMP) telah ditetapkan tanggal 1 November 2017.

“Kalau UMK harus ditetapkan paling lambat tanggal 21 November 2017. Tapi kalau kita lihat didalam sudah ada gelagat untuk ditetapkan hari ini. Kita belum menyepakati karena masih banyak waktu,” kata dia.

Kendati sesuai PP Nomor 78 Tahun 2015 yakni dari perhitungan UMK Tahun ini, pertumbuhan ekonomi dan laju inflasi maka kenaikan upah hanya sekitar 8,71% dari UMK 2017 yang semula 3,53 Juta menjadi 3,83 Juta pihaknya akan memperjuangkan agar kenaikan upah sebesar 50 US Dollar.

“KIta memperjuangkan agar upah naik menjadi 50 US Dollar atau sekitar 650 ribu, sehingga menjadi 4,18 Juta. Hitungannya angka itu muncul dari kesepakatan serikat buruh Asia Pasifik, bukan cuma di kita Indonesia. Itu agenda bersama kita, sekarang bagaimana kita perjuangkan agar kenaikann upah sekitar 50 USD dapat terealisasi,” bebernya.

Pihaknya mengaku tidak dapat menjelaskan secara terperinci tuntutan mereka, namun demikian menurutnya hal tersebut dirasa cukup realistis, sesuai dengan kebutuhan hidup dan daya beli masyarakat yang semakin lesu dan menurun, sehingga diharapkan dengan kenaikan upah sebesar 50 US Dollar maka berimplikasi pada peningkatan perekonomian masyarakat maupun buruh.(Nab) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *