Transparan  News
11 Maret 2018

Direktorat Reskrimsus PMJ Antisipasi Ujaran Kebencian saat Pilkada

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Sub-Direktorat Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Metro Jaya (PMJ) melakukan patroli siber untuk mengantisipasi penebar kebencian di media sosial (medsos) terkait Pilkada Serentak 2018. Namun, sejauh ini belum ada penyebaran informasi yang mengarah pada upaya membangkitkan kebencian.

“Sejauh ini sih belum ada postingan-postingan yang mengarah menyebarkan kebencian,” ujar Kanit V Subdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, Kompol James Hutajulu di Jakarta, Jumat (9/3/2018).

Menyoal konten atau postingan seperti apa yang masuk dalam kategori menyebarkan kebencian, James menyatakan intinya tidak boleh mendiskreditkan orang lain.

“Intinya kata-kata yang dibuat oleh kelompok, orang, jangan sampai mendiskreditkan satu kelompok tertentu yang berdasarkan pada prasangka. Jadi kalau memang berdasarkan data, tidak apa-apa, tetapi kalau misalkan hanya berdasarkan sangkaan dan menyulut kebencian, itu yang tidak boleh,” ungkapnya.

Polisi, lanjutnya, bisa menjerat seseorang apabila ujaran kebencian yang disampaikannya diketahui orang lain atau khalayak umum. Misalnya, diunggah di media sosial dan tujuannya untuk menyulut kebencian dan memberikan label yang buruk agar masyarakat berpikiran negatif, termasuk men-share hoax.

Apabila, ada orang atau kelompok yang merasa dirugikan dengan postingan orang lain, mereka dapat membuat aduan ke polisi.

“Kalau dia menyebut si A namanya, berarti orang itu yang memiliki hak untuk mengadukan kalau dia merasa dirugikan dengan postingan itu.. Ancaman hukumannya enam tahun. Makanya, kita sekarang harus lebih bijak menyampaikan postingan, kata-kata, gambar-gambar atau video-video, sehingga kita tidak jadi pelaku penebar kebencian,” tegasnya. (Anto/Anwar)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *