Transparan  News
18 Mei 2019

Dokter dan ASN Puskesmas Pedurenan Ditetapkan Sebagai Tersangka

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Kasus hoax dan isu sara, Dokter dan 3 ASN Puskesmas Pedurenan Kecamatan Mustika Jaya Kota Bekasi dengan Laporan Polisi Nomor LP/149/K/III/2018 Restro Bekasi Kota tanggal 26 Maret 2018 atas nama pelapor Tiurma Florida dengan kuasa Lembaga Bantuan Hukum(LBH) Patriot Dr. Manotar Tampubolon, S.H., M.A., M.H telah ditetapkan sebagai tersangka.

” Sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) para tersangka ditetapkan setelah Kepolisian melakukan pemeriksaan dan pengembangan hasil penyelidikan (SP2HP) sampai 8 kali, diduga kuat membuat dan menyebarkan berita palsu, fitnah, hoax dan bernuansa SARA serta persekongkolan jahat, terhadap klien saya,” ujar Manotar kepada TransparanNews dikantornya Sabtu(18/05/2019).

Lebih jelas dikatakan Manotar Tampubolon, sebagai Advokat, atau Pengacara yang berkantor di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Patriot, beralamat di Jalan Jati Timur Raya RT 04/08 Blok A/168, Bojong Menteng, Rawalumbu, Kota Bekasi 17117, berdasarkan Surat Kuasa Khusus yang saya terima tertanggal 13 Nopember 2017, dalam hal ini bertindak sebagai kuasa hukum untuk dan atas nama serta kepentingan hukum klien kami N a m a : TIURMA FLORIDA SIMANJUNTAK, Jenis Kelamin Perempuan, Pekerjaaan : Aparatur Sipil Negara (ASN) yang beralamat Jl. Raya Pedurenan No. 9 RT. 002/RW. 007 Kelurahan Pedurenan, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi, Jawa Barat Kewarganegaraan Indonesia, selanjutnya disebut sebagai PELAPOR.

” Sesuai surat yang kami terima dari Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah Metro jaya Resort Bekasi Kota Nomor B/1292/IV/2019/Restro Bekasi Kota tanggal 8April 2019 tentang SP2HP bahwa dari yang kita laporkan 6 orang, 4 sudah ditetapkan sebagai tersangka,” papar Manotar kepada TransparanNews.

Ke empat tersangka, salah satunya adalah Dokter yang berinisial NH, yang lainnya berinisial N, juga WR, serta Yang berinisial DFA ke empatnya adalah pegawai Puskesmas Pedurenan dan statusnya sebagai PNS.

Lanjut Manotar, pemberitaan sebelumnya dasar-dasar diajukannya laporan ini, dimana PARA TERLAPOR DIDUGA KUAT MEMBUAT DAN MENYEBARLUASKAN BERITA PALSU (HOAX), FITNAH SERTA INFORMASI YANG MENGANDUNG SARA DAN PERSEKONGKOLAN JAHAT MELALUI MEDIA SOSIAL WHATSAPP (WA) GRUP PERSIAPAN.

Dijelaskannya, para TERLAPOR adalah Aparatur Sipil Negara (ASN), dimana seluruhannya bekerja di PUSKESMAS Padurenan, Kel. Padurenan, Kec. Mustika Jaya, Kota Bekasi Jawa Barat, dan menurut keterangan klien saya bahwa para TERLAPOR membuat Grup WhatsApp (WA) dengan nama grup “PERSIAPAN” dengan beberapa anggota, termasuk TERLAPOR dan Yanto

Bahwa tujuan dibuatkannya grup WA tidak jelas sama sekali apakah khusus untuk membicarakan PELAPOR, atau ada maksud lain, namun sebagian besar komunikasi diantara TERLAPOR adalah menyangkut berita hoax, fitnah dan informasi bernuansa SARA yang persekongkolan jahat yang ditujukan kepada PELAPOR.

Dengan jelas, informasi berita hoax, fitnah dan informasi bernuansa SARA dan persekongkolan jahat yang ditujukan kepada PELAPOR diketahui setelah salah satu anggota grup bernama Yanto memberitahukan kepada PELAPOR bahwa ada pembicaraan yang ditujukan kepadanya serta memberikan HP nya untuk dibaca dan kemudian mencetak/print isi pembicaraan.

Menyimak sebagian dari komunikasi para TERLAPOR yang merupakan berita fitnah dan mengandung SARA serta persekongkolan jahat yang ditujukan kepada klien saya, paparnya.

Sebagai kuasa klien saya dengan bukti bukti yang ada, dimana TERLAPOR I (NURSIAH), No. HP: 081213803668 “ dokter aku mau curhat nih aku kesal banget sm anak buah dr yg paling pintar (pintar ngatur org);

TERLAPOR II (Dr. NURDIN HIDAYAT) NO. HP. 081293838211 “ Walaikum salam (dr. Nurdin)” “ siapa bu”

TERLAPOR I (NURSIAH), No. HP: 081213803668: “Siapa lg dok si batak rese itu kapan si dok sknya cepet ape sdh gerah ni rese bgt tuh-(nursiah)”

TERLAPOR II (Dr. NURDIN HIDAYAT) NO. HP. 081293838211: “Tiurma florida ya, sebentar lagi bu sk nya keluar- (dr. Nurdin)” “kenapa emang tadi bu”

TERLAPOR III (WIDA ROSMALA) NO. HP. 081382939955: “ Hehehe…Iya dok padahal yang resehin mbak Nur tapi aku juga ikuten kesel, apalagi org nya ya.. Bu nur nya.. Kalo aku mau kulawan tuh…Mba nur itu sabar bingit…Dewi juga sama kalo sya mah pasti dilawan dah-(Wida Rosmala)”

“Maksudnya yh diresehain dan disewotin mba nur dok…Sama kunyuk kalo kata mba Nursiah mah hahahahaha….(Wida Rosmala)”

TERLAPOR I (NURSIAH), No. HP: 081213803668: “bukan kunyuk lg biangnya setan tuh bukan manusia wujudnya doang hati iblis maaf ya dok ampuuuuuun da ga tahan sy-(Nursiah)”

TERLAPOR III (WIDA ROSMALA) NO. HP. 081382939955:
“Kurang lengkap dok TIURMA FLORIDA SIMANJUNTAK –(Wida Rosmala)”

Sambungan pembicaraan: TERLAPOR I (NURSIAH), No. HP: 081213803668: “bsk ya dok turun- (Nursiah)”

TERLAPOR II (Dr. NURDIN HIDAYAT) NO. HP. 081293838211: “ Itu orang pasti akan segera hilang bu dari padurenan-(dr. Nurdin)” “Memang ga bisa didiemin cuma bisanya begitu”

TERLAPOR IV (DEWI FITRIANA ANGGARWATI) NO. HP. 081387979937
“Reseh dok …itu org-(Dewi)”

TERLAPOR II (Dr. NURDIN HIDAYAT) NO. HP. 081293838211: “ Nama nama itu udah fix kok ga berubah-(dr. Nurdin)”

TERLAPOR III (WIDA ROSMALA) NO. HP. 081382939955:
“Betul mba desi..Merdeka tidak ada org batak yg rese….(Wida)”

TERLAPOR I (NURSIAH), No. HP: 081213803668: “sy ga resah dok cm gerah doang sm batak itu- (Nursiah)”

TERLAPOR III (WIDA ROSMALA) NO. HP. 081382939955:
“Hahaha..Besok pasti ribut.Tkk ayo sini kumpul..sya ajarin buat laporan kata batak yg itu”

Manotar jelaskan, bahwa tindakan para TERLAPOR yang membuat BERITA PALSU (HOAX), FITNAH SERTA INFORMASI YANG MENGANDUNG SARA dikwalifisir sebagai pelanggaran terhadap Pasal 23 butir 6 UNDANG-UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA tentang kewajiban ASN, “Menunjukkan integritas dan keteladanan dalam sikap, perilaku, ucapan dan tindakan kepada setiap orang, baik di dalam maupun di luar kedinasan, juga Pelanggaran terhadap pasal 5 Kode Etik ASN yang berbunyi, “Tidak menyalahgunakan informasi intern negara, tugas, status, kekuasaan, dan jabatannya untuk mendapat atau mencari keuntungan atau manfaat bagi diri sendiri atau untuk orang lain, serta memegang teguh nilai dasar ASN dan selalu menjaga reputasi dan integritas dan Melaksanakan ketentuan peraturan perundangundangan mengenai disiplin pegawai ASN.

Dikatakan Manotar, pelanggaran terhadap nilai dasar ASN pada pasal 4 butir 6 yang berbunyi: “Menciptakan lingkungan kerja yang nondiskriminatif” dan atas tindakan para TERLAPOR sudah kami laporkan di POLRES KOTA Bekasi karena diduga merupakan pelanggaran UU ITE, untuk dilakukan pengusutan selanjutnya dan memintakan pertanggungjawaban hukum secara pidana kepada para TERLAPOR.

Bahwa akibat BERITA PALSU (HOAX), FITNAH SERTA INFORMASI YANG MENGANDUNG SARA DAN PERSEKONGKOLAN JAHAT yang dibuat oleh para TERLAPOR, dimana pelapor sangat dirugikan karena telah merendahkan martabat dan harga diri PELAPOR/ klien, mengarah ke SARA, dan akan berujung ke proses hukum/gugatan perdata dan pidana untuk memulihkan hak-hak, martabat dan harga diri klien.

Maka berdasarkan segala apa yang terurai dalam pemberitaan ini, PELAPOR memohon agar yang terhormat karena wewenangnya untuk memanggil dan memeriksa PELAPOR dan para TERLAPOR, juga memberikan sanksi yang tegas kepada para TERLAPOR, bila terbukti melanggar nilai dasar, kode etik dan kode perilaku ASN serta pembinaan profesi.

Berharap kepada Bapak Walikota Bekasi cq Badan Kepegawaian Daerah Kota Bekasi, agar memutasi para TERLAPOR secara terpisah (tidak berada dalam satu wadah kantor di PUSKESMAS PADURENAN) karena ada indikasi bahwa kelompok para TERLAPOR sering membuat hoax dan memfitnah pihak-pihak yang tidak disukainya sehingga para TERLAPOR tidak mengulangi tindakan demikian dikemudian hari, pungkasnya.

Saat media hendak konfirmasi kepada salah satu tersangka di Puskesmas Pedurenan Sabtu(18/05/2019) pukul 9.30 mengatakan dirinya tidak bisa memberikan kata kata apapun terkait kasus itu, semua kita serahkan kepada pengacara kita sembari Kepala Puskesmas Pedurenan memberikan kartu nama” Silahkan tanya kepada pengacara kita ini yah, semua pertanyaan dan jawaban apapun dia yang bertanggung jawab, ” tandasnya.  (***)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *