Transparan  News
10 Juli 2018

Dua Penyidik Polres Metro Bekasi Kota Disomasi Atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Dua oknum Penyidik pada bagian Unit Harbang Polres Metro Bekasi Kota, yakni Brigadir TA dan Iptu S disomasi Lembaga Bantuan Hukum Patriot melalui Kuasa Hukum Dr. Manotar Tampubolo, SH. MA.MH atas dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukan terhadap kliennya atas nama Hj Umi Sadiyah dan Waluyo.

Dalam surat somasi per tanggal 9 Juni 2018 yang diterima redaksi transparannews.com, yang ditujukan ke Penyidik Birigadir TA dan Iptu S, Unit Harbang Polres Metro Bekasi Kota, isinya perihal “Teguran Keras atas Dugaan Pemerasan dan Penipuan Terhadap Klien”.

Manotar Tampubolon, Kuasa Hukum Hj Umi dan Waluyo menjelaskan perihal surat somasinya, bahwa oknum penyidik TA dan S, telah menjanjikan kasus kliennya dari pidana menjadi perdata dan diduga meminta uang sebesar Rp.45 Juta. Namun apa yang dijanjikan penyidik terhadap kliennya tidak ditepati dan nyatanya bahwa klien tersebut tetap dihukum.

Dosen Universitas Kristen Indonesia (UKI) ini juga menjelaskan, bahwa apa yang dijanjikan penyidik terhadap kliennya, dimana kasus pidana dapat dirubah menjadi kasus perdata merupakan pembohongan. Selain itu, bahwa perbuatan oknum penyidik sangat bertentangan dengan aturan hukum dan kode etik sebagai anggota Kepolisian Republik Indonesia.

Dikatakannya, dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukan oknum penyidik tersebut dikuatkan dengan adanya surat pernyataan yang dibuat Waluyo yang mengatakan, benar saudara TA dan S telah menerima uang sebesar Rp.45 Juta dengan alasan Hj Umi tidak akan dihukum, kasus Hj Umi dari pidana menjadi perdata dan untuk diberikan kepada hakim yang menangani kasus Hj Umi.

Hal itu juga dikuatkan dengan surat pernyataan yang dibuat Hj Umi Sadyah yang mengatakan, bahwa saudara Waluyo telah meminta uang kepadanya karena diminta oleh TA dan S dengan alasan, Saya tidak akan dihukum (Hj Umi), kasus saya akan berubah dari pidana menjadi perdata dan untuk diberikan kepada hakim yang menangani kasus saya (Hj Umi).

Sampai berita ini di publis, belum ada keterangan dan penjelasan dari pihak penyidik maupun pihak Polres terkait adanya dugaan pemerasan dan penipuan yang dilakukan oknum penyidik Unit Harbang. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *