Transparan  News
14 November 2018

Ibu dan Anak Yang Melakukan Pemalsuan Buku Nikah Ditangkap Polisi

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Polsek Koja mengamankan BS dan SLH yang merupakan komplotan sindikat pemalsu Buku Nikah yang biasa beroperasi di sekitar lingkungan Kantor Urusan Agama (KUA) Cilincing, Jakarta Utara pada Jumat (9/11) lalu.

Kapolsek Koja, Kompol Budi Cahyono menyebutkan pihaknya mengamankan dua orang tersebut yang memiliki hubungan ibu dan anak yang sudah melakukan aksinya sejak J almarhum suami (mantan pegawai KUA Cilincing) meninggal sejak 2017 lalu.

“Kita amankan pada Jumat 9 November sekitar jam 23.00 WIB atas dasar aduan warga di unit layanan SPK kami. Setelah ditelusuri ada 8 buku nikah palsu dari KUA Cilincing dan Koja yang mereka sudah edarkan,” ujar Budi, Rabu (14/11) siang di Mapolsek.

Kanit Reskrim Polsek Koja, AKP Andry Suharto menyebutkan pihaknya mencurigai aksi pelaku yang bermula dari laporan seorang warga bernama Kosyim yang melaporkan bahwa istrinya melakukan perselingkuhan .

“Kanit Reskrim polsek koja, AKP Andry Suharto menambahkan, bahwa buku nikah yang berbeda warna-nya agak kemerahan padahal buku asli berwarna cokelat. Ciri lainnya buku itu ditulis dengan tulisan tangan padahal sejak 2016 KUA sudah mengeluarkan buku versi dengan tulisan cetakan komputer, serta nomor bukunya tidak terdaftar di KUA,” jelas Andry.

Diketahui BS & SLH mendapatkan buku nikah tersebut dari seorang oknum berinisial AN. Ia juga memiliki rekanan ustaz berinisial L di Kalibaru untuk menikahkan para konsumennya yang kebanyakan merupakan duda atau janda.

“Satu pasang buku nikah dihargai oleh AL Rp 170.000, namun oleh kedua tersangka ini memberikan jasa mereka dengan tarif Rp 400.000 kepada pelanggannya. Salam satu bulan mereka setidaknya bisa membuatkan 10 pasang buku nikah,” tambahnya.

Kedua pelaku dijerat dengan Pasal 263 ayat 1 KUHP tentang Pemalsuan dengan ancaman hukuman enam tahun penjara. SLH mengaku dirinya hanya menjadikan kegiatan memalsukan buku nikah sebagai kerja sampingan.

“Saya sudah kerja, saya cuma nerusin keahlian almarhum saja, soalnya kebanyakan pelanggan saya tidak mau repot-repot hanya bermodalkan KTP sudah jadi buku nikah nya,” kata SLH.

Dalam kesempatan yang sama Polsek Koja juga mengungkap kasus curanmor spesialis motor Yamaha Mio dengan mengamankan RS & APL beserta barang bukti lima unit sepeda motor Yamaha Mio pada Oktober lalu. Motor tersebut mereka jual kepada penadah dengan harga Rp 1-1,5 juta. Salah satu pelaku dibedil pada betis kanannya karena berupaya melarikan diri.
(awr)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *