Transparan  News
28 Juni 2020

Istri dan Anak Pdt Openten Gulo Mengharapkan Keadilan

soepianto

TransparanNews, NIAS – Yamifati Zendrato (49) dan putrinya Mayestic Gulo mengharapkan keadilan untuk Pdt Opentin Gulo atas kasus yang menimpanya, yakni tuduhan melakukan dugaan penggelapan satu unit mobil operasional merk grand max milik Badan Pekerja Daerah Gereja Bethel Indonesia (BPD-GBI) Nias.

Yamifati istri Pdt Opentin Gulo menuturkan kepada transparannews, Sabtu (27/6), awalnya mobil tersebut diberikan oleh Badan Pekerja Harian (BPH) GBI Pusat Jakarta pada tanggal 15 Maret 2018 kepada BPD-GBI Kepulauan Nias untuk kendaraan operasional yang diterima langsung oleh Pdt Openten Gulo sebagai Ketua BPD-GBI Kepulauan Nias.

“Namun pada tanggal 19 November 2018 salah satu pengurus BPD Nias Perlindungan Faebua Dodo Hulu, SPd melaporkan Pdt Openten Gulo ke Polisi tuduhan pengelapan satu unit mobil operasional BPD-GBI Kepulauan Nias,” terang Yamifati.

Lanjut Yamifati mengatakan, pada saat dipanggil Polisi untuk dimintai keterangan, Pdt Opentin menjelaskan, alasannya tidak menyerahkan mobil ke BPD, pertama karna Pemecatan sebagai Ketua BPD tidak pernah diterima dan belum pernah dibicarakan atau diklarifikasi atau di bentuk Panitia AdHoc, pada masalah yang dituduhkan padanya. Kedua, tidak ada surat dari BPH kepada siapa mobil itu harus diserahkan untuk membuat berita acara tanda terima.

Sebelumnya, kata Yamifati, suaminya (Pdt Opentin Gulo) pernah menyurati Abraham E Supit untuk meminta surat keterangan kepada siapa mobil diserahkan. “Namun, beliau belum membalas surat itu. Namun demikian, sebagai niat baik, pada tanggal 30 Januari 2019 Pdt Openten Gulo menyerahkan mobil tersebut kepada polisi (penyelidik Suasaro Waruwu dan Agus Zendrato). Dalam hal ini ada bukti tanda terima. Tetapi pada tanggal 2 Juni 2020, suami saya dijadikan tersangka dengan tuduhan dugaan pengelapan mobil Operasional BPD-GBI Kepulauan Nias. Dan tanggal 22 Juni 2020, suami saya ditahan di Kejaksaan Gunungsitoli. Kami telah menempuh berbagai upaya agar suami saya tidak ditahan, namun tidak dikabulkan dan sampai saat ini masih ditahan. Alasan tidak dikabulkannya penangguhan adalah karna ada laporan baru yang dilaporkan lagi ke Kepolisian tentang Penjualan tanah,” ucap Yamifati menjelaskan. (Hat/War)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *