Transparan  News
17 Februari 2019

Jembatan Dua Sicanang Roboh, TP4D dan Pihak Terkait Terkesan Tidur

Anto Baho

TransparanNews, MEDAN – Kurang lebih 5 bulan pasca kejadian robohnya Jembatan 2 Sicanang TP4D Kejaksaan Belawan hingga saat ini belum melakukan tindakan apapun. Robohnya proyek pembangunan Jembatan 2 Sicanang bukan pertama kali. ini adalah kali ketiga proyek pembangunan Jembatan 2 Sicanang roboh. Proyek yang menyerap anggaran APBD Rp.13,6 miliar hingga kini masih terbengkalai dan terkesan diabaikan.

Menurut keterangan Ketua Forum Masyarakat Sicanang  (Formasi) Togu Urbanus Silaen kepada transparannews melalui telepon seluler mengatakan, jembatan ini adalah satu-satunya akses warga Sicanang yang dapat dilalui jadi sangat disayangkan jika akses ini tidak cepat diperbaiki. Pasalnya lebih dari 13.000 jiwa warga kelurahan yang ada di Sicanang akan terkendala akibat robohnya jembatan ini. apalagi mayoritas masyarakat yang ada di Sicanang adalah buruh dan pedagang.

“Dari catatan saya, jembatan 2 Sicanang pertama kali dikerjakan pada Oktober 2017 oleh PT Jaya Utama dengan pimpinan proyek Roro Susilawati dengan anggaran Rp.8 miliar lebih. namun, belum selesai dikerjakan. ternyata pada 6 Oktober 2017 jembatan tersebut roboh. Setelah terhenti beberapa bulan maka pembangunan dilanjutkan dengan tender ulang dan dikerjakan PT Pilaren. Akan tetapi kontraktornya merupakan orang yang sama dengan perusahaan sebelumnya. lantas pada 29 agustus 2018 jembatan amblas lagi dan dianggap human error bukan faktor alam. Usai longsor kembali diatasi, pekerjaan kembali diteruskan, kontraktor yang mengerjakan dengan nama berbeda yakni PT Jaya sukses Prima dengan anggaran kurang lebih Rp.13,6 miliar, namun oknum kontraktornya ternyata sama yaitu Roro Susilawati dan pada 20 Oktober 2018 jembatan kembali roboh”, ungkapnya.

Katanya, dengan robohnya kembali proyek pembangunan jembatan 2 sicanang yang terakhir ini, dengan kontraktornya itu-itu saja. terindikasi ada pengaturan pemenang tender dalam pelelangan proyek pembangunan jembatan 2 sicanang.

“Sementara TP4D sebagai tim pengawalan pengamanan pemerintahan dan pembangunan daerah tidak bekerja dan terkesan tidur. Pasalnya proyek pembangunan jembatan 2 sicanang ini sudah tiga kali amblas mestinya TP4D harus mengambil sikap dan menjalankan tugasnya dengan menerapkan instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2015 serta menindak tegas para pelaku pelanggar hukum yang terlibat. Terlebih saat ada pergantian Kepala Dinas PU dan Kasie Intel Kejaksaan Belawan, ini kebetulan atau memang sudah terencana? saya tidak tahu”, tutup Toga Silaen dengan tegas.

Hingga berita ini diturunkan, transparannews belum dapat mengkonfirmasi Kepala Dinas PU dan TP4D Kejaksaan Belawan dengan alasan tidak ada di tempat. (Dolfren S)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *