Transparan  News
29 Juli 2020

Korban Pengeroyokan Dijadikan Tersangka di Polres Serdang Bedagai

soepianto

TransparanNews, SERDANG BEDAGAI – Dewan Ekselutif Nasional Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), mengeluarkan sikap terkait penetapan tersangka terhadap Suprat Yono (62) dan Zainudin Leo Sinaga oleh penyidik Polres Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Padahal suprat Yono dan Zainudin Leo Sinaga merupakan korban pengeroyokan yang dilakukan 50 orang yang menyatakan diri Gabungan Kelompok Tani Nagajaya.
Sebelumnya korban melapor ke Polsek Pantai Cermin Serdang Bedagai, Nomor: SP.Lidik/183/VI/2020/Reskrim, tanggal 1 Juni 2020.

“Kami kehabisan rasionalitas. 2 orang pejaga keamanan Yayasan Apindo Sumatera Utara (YASU) di Kabupaten Serdang Bedagai, menjadi korban pengeroyokan telah melapor di Polsek Serdang Bedagai,” ujar Saut Pangaribuan anggota LBH KSBSI di Mabes Polri, Jakarta, Rabu (29/7).

Namun, pelaku pengeroyokan kembali membuat laporan ke Polres Serdang Bedagai. Berdasar Laporan Polisi No. LP/188/VI/2020/SU/RES-SERGEI, tanggal 1 Juni 2020.

Kemudian berdasarkan tembusan Surat dari Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai Nomor: B/109/VII/2020/Reskrim, tanggal 8 Juli 2020 kedua anggota KSBSI itu diduga melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud pasal 351 ayat (1) KUHP.

“Ironisnya dalam 10 hari kemudian, pada tanggal 18 Juli 2020 Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai Nomor Sp.gl/263/VII/Reskrim dan Nomor Sp.gl/264/VII/2020/Reskrim, memanggil Suprat Yono dan Zainudin Leo Sinaga sebagai tersangka,” terang Saut Pangaribuan.

Atas kekhawatiran surat panggilan menjadi tersangka, kedua pelapor mendatangi Biro Warsidik Mabes Polri untuk meminta perlindungan hukum.
Dari Biro Warsidik, selanjutnya kedua korban pengeroyokan mendatangi Pelayanan Pengaduan Divisi Propam untuk melaporkan adanya dugaan kriminalisasi korban. (Tom/Aho)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *