Transparan  News
29 September 2017

Laporan Polisi Atas Tanah Bersengketa,Polrestro Bekasi Kota Dinilai Lamban

Saut Manullang

TransparanNews,KOTA BEKASI – PT. Bina Nusantara Raya sebagai Pengembang Perumahan Vida yang berlokasi di Jalan Margi Utami Rt 03/07 Kelurahan Bantar Gebang, kecamatan Bantar Gebang, Kota Bekasi yang dilaporkan ke Polres Metro Bekasi pada tanggal 17 Februari 2017 dengan tuduhan melakukan perusakan terhadap barang berupa gubuk dengan cara merobohkan dan menghancurkan satu gerobak jualan.

Kejadian tersebut bermula dari pengakuan Perumahan Vida yang mengklaim sebuah lahan seluas 1000 M2 di lokasi tersebut.

Sementara dari pihak pelapor yang merasaa pemilik sah tanah tersebut mengaku bahwa Perumahan Vida tidak berhak mengakui lahan tersebut. Pasalnya sertifikat lahan tersebut sampai saat ini masih di Bank Exim yang sudah terlikuidasi.

“Laporan kami ke pihak Polres Bekasi belum jelas tindak lanjutnya. Yah mangkrak begitu saja tidak jelas.” ujar Togi Tambunan, SH yang merupakan kuasa hukum Oom Homilah Sunarti pemilik lahan yang diklaim oleh Perumahan Vida kepada Media.

Surat laporan bernomor LP/245/K/II/2017/SPK/Restro Bekasi Kota, kata Togi, harus ditindak lanjuti oleh pihak Polrestro Bekasi Kota, agar kasus nya jelas siapa pemilik tanah yang sebenarnya.

Dituturkan dia, kronologis kejadian pengrusakan gubuk yang didirikan untuk menjagai lahan milik Oom Homilah Sunarti,berdasarkan surat BPN nomor.23.32.75/300/I/2017 adanya pengakuan bahwa sertifikat Hak Milik No.185/Layung Sari dengan Luas 1000 M2″ Semula tercatat atas nama OH Sunarti,dan belum pernah diperjualbelikan kepada siapapun,apalagi terhadap pengembang Vida yang mencoba mengclaim”.

“Kami mendirikan bangunan gubuk diatas tanah milik O.H. Sunarti yang terbuat dari dinding kayu, atap asbes berukuran 6×5 meter yang berada di TKP. Namun pada tanggal 24 Nopember 2016 pelaku CS ( Perum. VIDA/ PT. Bina Nusantara Raya) telah melakukan kekerasan terhadap barang berupa gubuk dengan cara merobohkan menggunakan mesin alat berat beco, serta menghancurkan 1 buah gerobak jualan/etalase.”beber Togi.

Sementara itu pihak Humas Polresta Bekasi Kota, Kompol Erna saat dikonfirmasi soal laporan tuduhan pengrusakan oleh Perumahan Vida belum merspon.(Saut)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *