Transparan  News
12 April 2018

Mantan Kadis PUPR (BMSDA) Ploting Paket Lelang ?

Anto Baho
Photo : Ilustrasi / Istimewa
Photo : Ilustrasi / Istimewa

TransparanNews, BEKASI – Banyaknya Persekongkolan Tender pada kegiatan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah tentu membuat kita semua mengurut dada, mengingat dampak Persekongkolan tender ini dapat menimbulkan persaingan usaha tidak sehat yang berpotensi merugikan keuangan Negara.

Sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 22 UU No. 5 Tahun 1999 adalah kerjasama antara dua pihak atau lebih dalam rangka memenangkan peserta tender dan memploting orang tertentu untuk dijadikan pemenang.

Untuk mensiasati agar publik tidak mengetahui, orang yang di plot menjadi pemenang akan mengusung dan mendaftarkan dua atau tiga perusahaan untuk mengikuti tender / lelang. Selain itu, perusahaan yang didaftarkan juga kebanyakan adalah perusahaan sewa. 

Seperti yang terjadi pada Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) Kota Bekasi. Dimana sejumlah nama paket lelang kegiatan sudah di plot menjadi pemenang. Ironisnya, plotingan ini sudah dilakukan jauh hari sebelum pokja atau panitia lelang terbentuk.

Anehnya, bahwa pengaturan plotingan ini atas kebijakan (Bos) Kepala Dinas (Mantan) dengan cara memerintahkan oknum pegawainya menghubungi rekanan yang ditunjuk untuk memenangkan titik kegiatan. Selain menyampaikan titik kegiatan, oknum pegawai juga mengatakan syarat-syarat lelang yang harus di ikuti rekanan.

Hal itu diakui SN, oknum pegawai Dinas BMSDA kepada TransparanNews belum lama ini yang ditugaskan oleh Kepala Dinas (Kepala Dinasnya, Tri Adhiyanto yang saat ini maju pada Pilkada Kota Bekasi sebagai Calon Wakil Walikota mendampingi Petahana).

Dikatakan SN, bahwa jumlah paket lelang yang dibagikannya hanya sebanyak 60 paket lelang. Dan oknum pegawai yang ditugaskan untuk membagikan paket dan yang ditunjuk menghubungi para rekanan ada empat orang.

“Saya itu bang hanya megang 60 paket, semuanya sudah dibagikan kepada rekanan sesuai daftar yang ditentukan oleh Bos. Semuanya tergantung kebijakan bos, saya hanya menjalankan perintah”, ucapnya kepada transparannews.

Sementara itu, Iim Halimi Ketua Panitia Lelang (Pokja) saat dihubungi TransparanNews mengatakan, walaupun ada plotingan, panitia tidak akan terpengaruh, tetap akan melihat persyaratan dan penawaran para peserta lelang.

“Kami akan profesional, tetap menilai persyaratan perusahaan peserta lelang serta penawaran yang diajukan. Penawaran terbaik dengan persyaratan memenuhi akan tetap dipertimbamgkan”, ujar Iim. (Anto)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *