Transparan  News
15 November 2019

Nunggak, Debt Collector Ambil Paksa Kendaraan di Jalan

Saut Manullang

TransparanNews, LABUHANBATU – Para Debt Collector di Labuhanbatu kembali berulah, yakni mengambil paksa kendaraan (sepeda motor) di jalan dari tangan salah satu nasabah karena menunggak cicilan, Kamis (14/11). Akibat ulah para debt collector tersebut, masyarakat khususnya warga yang memiliki kendaraan masih kredit resah dan waswas. 

Menurut keterangan Ketua DPD LSM Pisod Labuhanbatu Raya Ir, Syafrizal Siregar alias Buyung, bahwa para debt collector tersebut kerap bereaksi di seputaran Jalan Baru, Simpang Pabrik Getah Hoklie dan Ujung Bandar sampai ke Simpang Mangga.

Kata Buyung, Kementerian Keuangan telah mengeluarkan peraturan yang melarang leasing (debt collector) atau perusahaan pembiayaan untuk menarik secara paksa kendaraan dari nasabah yang menunggak kredit kendaraan. Hal itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 130, PMK 010/2012 tentang pendaftaran fidusia bagi perusahaan pembiayaan.

“Sudah jelas peraturan itu, sehingga tidak boleh ambil paksa sepeda motor yang menunggak cicilan di jalan, tapi kenapa peraturan itu tidak dipatuhi debt collector, apa kebal dengan hukum?,” ujar Buyung.

Harapannya, pihak Kepolisian  (Polres Labuhanbatu) jangan diam, harus menindak tegas debt collector yang meresahkan masyarakat khususnya warga Labuhanbatu.

“Kalau memang Polres Labuhanbatu tidak dapat cepat menertibkan debt collector itu, maka kami warga Labuhanbatu akan menertibkan mereka, kerena ulah debt collector itu bisa membahayakan nyawa orang lain di jalan,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Labuhanbatu AKBP Agus Darojat, SIK. SH. MH ketika di konfirmasi wartawan terkait ulah para debt collector tersebut, lewat pesan WhatsApp mengatakan, “nanti kita cek ya” ucapnya dengan singkat. (Paris/Samuel)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *