Transparan  News
6 November 2019

Pakar Hukum : Kegiatan Ormas Menjadi Tanggung Jawab Wali Kota Bekasi

soepianto

TransparanNews, BEKASI – Langkah Pemerintah Kota Bekasi menggandeng ormas dalam pengelolaan parkir di minimarket untuk menjadi operator dalam pemungutan parkir di minimarket Kota Bekasi menuai protes. Langkah tersebut dikeluhkan pengusaha di bidang ritel, dimana ormas atau LSM ingin menguasai lahan parkir di toko waralaba.

Menanggapi hal itu, Ketua Dewan Pendiri YLBH Bekasi Ferdinand Montororing yang juga Dosen Ilmu Hukum Universitas Mpu Tantular Jakarta saat dijumpai di kantornya, Rabu (6/11) mengatakan, bahwa Walikota Bekasi Rahmat Effendi bertanggung jawab mensejahterakan semua ormas resmi yang ada di Kota Bekasi.

Katanya, Wali Kota sebagai Kepala Daerah memiliki tugas Negara yang diamanatkan oleh Konstitusi UUD 1945 yakni “melindungi segenap warga kota, mencerdaskan dan mensejahterakan” dan didalam UU No. 17/2013 sebagai revisi UU No. 8/1985 tentang Ormas, Pemda mempunyai tanggung jawab, bukan hanya digunakan saat Pilkada untuk mendulang suara bahkan menjadi bumper ketika ada serangan politik.

Menuritnya, kisruhnya soal lahan parkir di mini market yang jadi rebutan beberapa ormas lokal, hal ini bukan soal perparkiran semata, substansinya ormas lokal, anggotanya dalam SDM, tidak memiliki sumber penghasilan tetap karena kebanyakan pengangguran. “Mereka supaya bisa bertahan hidup, ya menyasar sumber ekonomi informal dalam hal ini lahan parkir bahkan centeng di tempat hiburan malam,” jelas Dosen ini.

Ferdinand juga mengatakan, mengingat lahan ekonomi informal itu sangat terbatas, tidak akan mampu menampung, baik anggota ormas maupun non ormas. “Mereka harus dibina, diberikan pelatihan bidang wiraswasta baik sektor pertanian kota, ternak, budi daya perikanan, industri logam dan industri perkayuan lalu bentuk koperasi diberi modal dan diawasi atau disupervisi, saya kira itu tidak sulit karna Pemkot punya perangkatnya,” ucapnya.

“Kalau Wali Kota membiarkan warganya cakar-cakaran dilahan parkir, jangan tungguh jatuh korban, itu Wali Kota pemalas tak mau berfikir dan cari gampangnya,” ujar Montororing menutup pembicaraan. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *