Transparan  News
8 Maret 2019

Penambang Minyak Ilegal Dijatuhi Hukuman Satu Tahun Dua Bulan

Anto Baho

TransparanNews, MEDAN – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Muara Bulian mengganjar pelaku Ilegal Drilling (penambang minyak bumi) Seget Kardopes Bin Sarkowi (27), warga Jembatan Gantung Kelurahan Pasar Baru Kecamatan Muara Bulian Kabupaten Batanghari dan Rora als Romi Bin Sudar (30) Dusun I Rantau Keroya Kecamatan Lais Kabupaten Musi Banyu Asin Propinsi Sumatera Selatan dengan pidana penjara masing-masing 1 tahun dan 2 bulan ditambah denda 1 milyard rupiah, subsidair 2 bulan kurungan.

Putusan tersebut dibacakan oleh Majelis Hakim Derman P. Nababan sebagai Hakim Ketua, Rais Torodji dan Ultry Meilizayeni sebagai Hakim Anggota, pada persidangan Rabu, 6/3/2019. 

Fakta yang terungkap dipersidangan, sekira bulan Oktober 2018 Terdakwa I. Seget Kardopes Bin Sarkowi disuruh oleh Yaman (belum tertangkap) untuk bekerja yang dalam istilah setempat disebut sebagai tukang molot untuk menambang minyak bumi di lokasi sumur minyak milik Yaman di Dusun Bungku Indah Rt. 01 Desa Bungku Kec. Bajubang Kab. Batanghari dengan upah sejumlah Rp.20.000,000,- untuk per drumnya, lalu Terdakwa I mengajak Terdakwa II Rora untuk bekerjasama.

“Sebelum menambang minyak bumi tersebut, para Terdakwa menyiapakan alat, berupa 1 (satu) unit sepeda motor yang telah dimodifikasi menjadi dua gir, 1 (satu) unit roling berikut tali tambang, 1 (satu) unit rol bawah yang terbuat dari besi, 1 (satu) canting minyak, 1 (satu) unit mesin pompa, dan 1 (satu) gulung selang, Sepeda Motor diparkirkan, kemudian diikatkan ke pasak yang terbuat dari kayu, selanjutnya roling tali yang terbuat dari besi diletakan di samping belakang sepeda motor, kemudian dipasangkan rantai ke rantai sepeda motor yang telah dimodifikasi, selanjutnya dipasangkan tali tambang di roling dan kemudian di dekat sumur minyak diletakan rol tali dan dimasukkan ujung tali dari roling selanjutnya diikatkan ke canting minyak, sehingga pada saat sepeda motor dihidupkan dan handel gigi masuk maka canting dapat digunakan untuk mengambil minyak di dalam sumur minyak, dimana minyak bumi yang keluar dari besi canting kemudian akan mengalir ke dalam bak penampungan, untuk selanjutnya dijual”, urai Majelis Hakim dalam pertimbangannya.

Lebih jauh dalam putusan yang dibacakan oleh Hakim Ketua Derman P. Nababan, dalam melakukan pekerjaan tersebut Para terdakwa secara bergantian dan telah dilakukan secara berulang ulang pada setiap harinya selama lebih kurang 2 (dua) Minggu dan selama 2 (dua) Minggu tersebut Para Terdakwa telah mendapatkan upah dari Yaman sejumlah kurang lebih 200 ratus ribu rupiah, dan pada hari Sabtu 20/10/2018 sekitar pukul 00.30 Wib, saat Para Terdakwa bekerja lalu ditangkap oleh Anggota Polres Batang Hari.

“Menyatakan Para Terdakwa telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “Secara bersama-sama melakukan Eksploitasi Minyak Bumi Tanpa Kontrak Kerja Sama Dengan Badan Pelaksana”, melanggar Pasal 52 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi jo. Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP tegas Derman P. Nababan dalam putusannya yang juga sebagai Ketua PN Muara Bulian.

Sebelum menjatuhkan Pidana, Majelis Hakim berpendapat Keadaan yang memberatkan, Perbuatan Para Terdakwa berpotensi menimbulkan kerusakan Lingkungan Hidup, karena melakukan eksploitasi penambangan Minyak Bumi tanpa melalui proses Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Hidup (AMDAL), dan Perbuatan Para Terdakwa berpotensi menimbulkan kebakaran yang membahayakan keselamatan Para Terdakwa maupun masyarakat lain yang berdomisili di sekitar sumur pompa yang dikelola oleh Para Terdakwa tersebut, tegas Derman yang telah mengantongi Sertifikat sebagai Hakim Lingkungan tersebut.
Keadaan yang meringankan, Terdakwa belum pernah dihukum, Terdakwa merasa bersalah, menyesali dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, dan Para Terdakwa hanya sebagai pekerja, yang mendapat upah dari orang lain.

Mendengar putusan tersebut, para Terdakwa terdiam, dan setelah dipersilahkan konsultasi dengan Penasihat Hukumnya Riko Sardos Tua Sihotang, SH, Para Terdakwa menyatakan pikir-pikir. (Wilmar)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *