Transparan  News
5 April 2019

Polisi Membantah Tudingan Alumni 212 Atas Penangkapan Buchori Terkait Politis

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Persaudaraan Alumni (PA) 212 menyebut penangkapan Buchari Muslim terkait kasus penipuan visa haji bernuansa politis. Polisi membantah tudingan itu dan menyatakan pihaknya profesional dalam menangani kasus pendiri PA 212 tersebut.

“Kita profesional saja,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono saat dihubungi awak, Jumat (5/4/2019).

Argo mengatakan pihaknya menangani kasus tersebut karena ada laporan dari masyarakat. Argo menegaskan penangkapan itu tidak bermuatan politis.

“Wong ada laporan dari masyarakat yang merasa dirugikan, tidak ada kaitannya sama politik,” tegas Argo.

Polisi menangkap Buchari pada Kamis (4/4) pukul 04.30 WIB. Buchari ditangkap setelah M Jamaludin melaporkannya ke Polda Metro Jaya pada April 2018.
Buchari dilaporkan atas dugaan penipuan dalam pengurusan visa haji. Korban mengalami kerugian sebesar USD 136.000 akibat kejadian itu.

Ketua Umum PA 212 Slamet Ma’arif mengatakan kasus yang menjerat Buchari murni masalah pribadi. Akan tetapi, dia menduga kasus yang dihadapi Buchari berkaitan dengan politik dan aktivisme Buchari dalam gerakan 212.

“Tampaknya ada kaitan masalah politik dengan statusnya sebagai caleg salah satu parpol, sekaligus sebagai aktivis 212,” kata Slamet saat dihubungi secara terpisah.

Buchari hari ini resmi ditahan Polda Metro Jaya. PA 212 pun berencana mengajukan penangguhan penahanan.

“Selanjutnya kami melalui para pengacara terhadap penahanan yang bersangkutan, akan mengambil langkah hukum, di antaranya sesegera mungkin akan mengajukan permohonan penangguhan penahanan. Adapun soal-soal lainnya yang berhubungan dengan perkara a quo, silakan komunikasi dengan kuasa hukum UBM yang telah ditunjuk oleh yang bersangkutan,” ujar Slamet. (awr/dk)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *