Transparan  News
18 Juni 2019

Polisi Menangkap Komplotan Perdagangan Narkotika Jenis Ekstasi

Saut Manullang

TransparanNews, JAKARTA – Satuan Reskrim Narkoba Polrestro Jakarta Selatan menangkap sejumlah orang (Komplotan) yang terlibat dalam perdagangan narkotika jenis ekstasi.

Mereka adalah jaringan yang kerap menyuplai para pengguna narkotika di kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Kapolrestro Jakarta Selatan, Kombes Indra Jafar mengungkapkan, pengungkapan jaringan ini berawal dari laporan dari masyarakat terkait seringnya terjadi transaksi narkotika di kawasan Kemang.
Tiga orang yang diamankan yaknu MA alias Kikil, Gepeng alias Kami dan MAB alias Aji.

“Kami kemudian melakukan observasi di lapangan dan mendeteksi para pengedar narkotika jenis ekstasi yang sering beroperasi di sana,” ujar Kombes Indra Jafar saat merilis penangkapan di Mapolrestro Jakarta Selatan, Selasa (18/6/2019).

MA ditangkap pertama kali pada 15 Juni saat hendak bertransaksi dengan pelanggannya di sebuah tempat di Kemang. Saat dilakukan intrograsi, polisi kemudian mengejar seorang pengedar lainnya pada 16 Juni dini hari di lokasi yang tak jauh dari penangkapan pertama.

“Dari dua yang ditangkap, kami terus mengintrograsi untuk mengungkap anggota jaringan lainnya. Dari pengakuan dua pelaku, di hari yang sama kami juga menangkap pelaku lainnya berinisial MAB di Kemang,” ungkap Indra Jafar.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 (2) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2) Sub Pasal 112 (2) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Dari hasil penangkapan tiga pelaku itu, polisi menyita enam bungkus plastik klip bening berisi sabu seberat 153 gram dan 151 butir ekstasi.

Kasat Narkoba Komisaris Vivick Tjangkung menyebut, jaringan ini dikendalikan oleh seorang narapidana di Lembaga Pernasyarakatan Gunung Sindur.

“Kami masih mendalami siapa pemasok narkoba untuk ketiga pelaku ini. Dari pengakuan, mereka memesan dari bandar yang ada di Gunung Sindur,” ungkapnya.

Akibat perbuatannya, para tersangka dikenakan Pas 114 ayat (2) Sub Pasal 112 (2) Undang-undang RI No 35 Tahun 2009 dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (awr/edy)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *