Transparan  News
11 Maret 2018

Polisi Tangkap Sindikat Penadah Motor dan Penyedia STNK Palsu

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Polsek Cikarang Utara, Bekasi, Jawa Barat ungkap dan tangkap para Sindikat penadah sepeda motor hasil curian asal Karawang serta penyedia STNK palsu. Pengembangan kasus pencurian sepeda motor ini sebelumnya sudah tersebar informasinya di wilayah Kabupaten Bekasi.

Kapolsek Cikarang Utara, Kompol Puji Hardi mengatakan pada 27 Januari 2018 lalu, petugas Unit Reskrim Polsek Cikarang Utara menangkap tersangka pencuri sepeda motor  di Cikarang Selatan dan dikembangkan kemudian diketahui penadah sepeda motor berada di Kerawang.

“Pelaku kita dapati baru empat orang. Yang lainnya masih dalam pengejaran dan pengembangan,” jelas Kapolsek, Sabtu (10/3/2018) di Polsek Cikarang Utara.

Sindikat ini, kata Kapolsek, menerima sepeda motor hasil curian yang tersebar di Cikarang Barat dan Cikarang Selatan. Pelaku yang ditangkap yaitu AR,32 tahun, MH, 31 tahun, TI, 35 tahun, dan AS alias SRBG, 33 tahun. Sedangkan pemalsu STNK adalah AS. Yang lainnya adalah penadah sepeda motor curian.

“Saya rubah STNK asli dengan cara menghapus datanya dengan pipa paralon dan amplas. Lalu di print,” kata AS.

Pengakuan AS dia mengerjakan perubahan data STNK memakan waktu 6 jam. Sehari bisa mengerjakan 2 STNK dengan upah Rp100 ribu dia mengaku baru sebulan mengerjakan orderan tersebut.

“Ini penadah dari Kerawang. Pengakuan darimana masih di kembangkan lagi. Setelah mendapatkan barang dihubungi kemudian dirubah dijual lagi,” jelas Kapolsek.

Kapolsek menambahkan kemungkinan barang curian tersebut di pasarkan dan diorder kan ke luar daerah Kerawang.

Kapolsek  mengatakan masih melakukan pengembangan terkait pengorder sepeda motor curian dan STNK aspal tersebut.

Sepeda motor yang dijual dari hasil curian plus STNK aspal (asli tapi palsu) ini bervariasi. Untuk satu sepeda motor Vario dijual tanpa STNK Rp3 juta dengan STNK 4, 5 juta. Sedangkan untuk Ninja Rp4 juta sampai Rp5 juta dengan STNK Rp8 juta. STNK asli palsu itu didapat dari rumah AS sebanyak 475 lembar. Pelaku dikenai pasal 480, 481, dan 263 KUHP ancaman bervariasi 7, 4, tahun. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *