Transparan  News
19 Desember 2017

Polrestro Bekasi Tinjau Rumah Kakek Sebatang Kara

Saut Manullang

TransparanNews, KEDUNGWARINGIN – Jajaran Polres Metro Bekasi meninjau rumah kakek sebatang kara bernama Suherman, yang berada di Kampung Kapek RT 002 RW 08, Desa Mekarjaya, Kecamatan Kedungwaringin, Selasa (19/12).

Peninjauan dihadiri oleh jajaran Polrestro Bekasi, Kapolsek Kedungwaringin, AKP. Akhmadi dan jajaran Desa dipimpin langsung oleh Kepala Desa Mekarjaya.
Kondisi Suherman yang menghawatirkan itu berhasil merebut simpati netizen saat fotonya diunggah ke media sosial Facebook, oleh Adzka Aulia Rifai pada Minggu (17/12).
Pada posting tersebut, tampak foto rumah yang terbengkalai dan Suherman terbaring tak berdaya beralaskan barang bekas, sampah dengan kondisi lembab.

Suherman terbaring tak berdaya, hanya mengenakan kemeja tanpa bawahan. Tampak luka dan koreng di paha dan betisnya.

Menurut kabar yang beredar, pada hari itu juga Suherman dibawa ke rumah sakit oleh warga dan sejumlah netizen yang melihat posting itu tampak geram karena warga sekitar tampak seakan membiarkannya.

“Selama ini Bapak Herman tinggal di Jakarta dan datang ke Desa Mekarjaya sekitar 2 minggu lalu, saat itu kondisi kesehatan nya diketahui dalam keadaan sakit. Atas kondisi itu, aparat desa bersama warga membawa nya ke RSUD Karawang,” jelas AKP. Akhmadi, yang menyampaikan keterangan berdasarkan pengakuan dari warga sekitar.

Suherman diketahui punya istri warga asli setempat. Rumah yang ia tempati saat ini adalah rumah waris dari orang tua istri nya. Diketahui istri Suherman telah meninggal dunia pada tahun 2002 silam.

“Dari keterangan warga juga mengatakan bahwa, selama ini Pak Herman orangnya pemalas dan tidak punya pekerjaan. Sejak ditinggal istri nya, kehidupannya ditanggung oleh semua warga, mulai dari makan, minum dan berobat,” imbuhnya.

Herman diketahui kerap berpindah-pindah dan tidak pernah menetap. Tetangga mengetahui ia berada di Jakarta karena dijemput keponakannya yang bernama Nur. Di sana ia berjualan kopi, namun nahas, saat berjualan kopi kakinya tersiram air panas.

“Sekitar satu minggu Pak Herman datang ke rumahnya dan para tetangga ssekitar lingkungan RT dan RW mengajak Pak Herman berobat tapi tidak mau atau menolak. Namun untuk makan dan minum masih diperhatikan oleh tetangga,” jelasnya.

Pada hari Minggu (17/12) pagi, Suherman dibawa oleh Rohmat dan Ujang yang juga merupakan warga setempat. Ia (Suherman) dibawa ke rumah sakit di bilangan Cikarang Utara dengan ambulans desa. Di sana rumah sakit Suherman tidak mendapatkan kamar sehingga harus dirujuk ke RSUD Karawang.

“Sekarang Suherman dirawat di Kamar Telukjambe nomor 106 dengan fasilitas pengobatan menggunakan kartu Indonesia sehat (KIS) yamg dibuatkan pihak desa,” terangnya.

Sementara itu Kepala Polres Metro Bekasi Kabupaten, Kombespol. Candra Kumara, menambahkan, tugas kepolisian tidak hanya tugas sesuai undang-undang, tetapui ada juga tugas kemanusian yang dilakukan dari kepolisian.

“Ini tugas kepolisian, tidak hanya tugas sesuai undang-undang saja, ada yang lebih penting adalah tugas kemanusiaan,” tuturnya. (Nab) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *