Transparan  News
16 April 2019

Polsek Medan Labuhan Ungkap Dua Kasus Pencabulan

Anto Baho

TransparanNews, MEDAN – Polsek Medan Labuhan ungkap kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami 6 bocah ingusan yang dilakukan tersangka Udin (62) seorang Pak Tua yang akrab disapa Pak Haji warga Lingkungan 9 Kelurahan Paya Pasir Kecamatan Medan Marelan, Senin (15/4).

Kapolsek Medan Labuhan Kompol Rosyid Hartanto menjelaskan, pelaku akan dijerat pelanggaran pasal 76-E Job 82 ayat (1) UU No.35 Tahun 2014 Tentang Perubahan atas UU No.23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, dimana Setiap Orang dilarang melakukan Kekerasan atau ancaman Kekerasan, memaksa, melakukan tipu muslihat, melakukan serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak untuk melakukan atau membiarkan dilakukan perbuatan cabul dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Selain itu, lanjutnya, karena pemberantasan kekerasan terhadap anak merupakan program nasional yang menjadi perhatian publik maka Pak Tua itu jika terbukti melakukan sodomi pada 6 bocah dapat dijerat pelanggaran Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) Nomor 1 tahun 2016 yang diancam hukuman dikebiri secara kimia atau dipasang alat diteksi selain hukuman penjara.

Kapolsek juga menyatakan, pidana yang menjerat pelaku sodomi bukan delik aduan karena hal itu merupakan delik biasa yang berarti kasus tersebut tak akan bisa dihentikan meski adanya perdamaian antara pelaku dan korban.

“Pelaku dapat dijerat pasal berlapis dan pidana ini tak akan terhenti meski adanya perdamaian antara pelaku dan korban atau keluarga korban. Ini tergolong kasus luar biasa, hingga sejak dahulu mulai Menteri hingga Presiden selalu memantau kasus-kasus yang menimpa anak dan perempuan,” Ujar Rosyid.

Saat wawancara langsung, kepada TransparansNews, pria tua tersangka sodomi ini, mengatakan, dirinya setres karena sudah puluhan tahun di tinggal istrinya meninggal dunia.

“Stres saya bang, sudah tahunan saya di tinggal istri saya, sebelum tinggal di Marelan, saya melampiaskan birahi saya sama Bencong, disini gak ada bencong makanya anak-anak yang jadi korban bang”, paparnya menceritakan.

Masih di tempat yang sama, Polisi juga mengungkap kasus pencabulan yang dilakukan MF alias F (24) warga Jalan Aluminum l Kelurahan Tanjung Mulia, Kecamatan Medan Deli.

Menurut Polisi, adapun kejadiannya pada hari Sabtu, (06/04/2019) sekira pukul 10.00 Wib, tersangka masuk kedalam rumah korban, lalu pelaku mengunci pintu depan dan selanjutnya tersangka masuk kedalam kamar korban sambil mengatakan “Ayoklah Dek” lalu tersangka menutup mulut korban dan meraba kemaluan korban, setelah itu korban menjerit minta tolong.

Tanpa dikomandoi, mendengar teriakan itu, warga berbondong-bondong berdatangan dan membawa tersangka ke Polsek Medan Labuhan, kemudian Korban atas Nama TAP membuat Laporan ke Polisi.

Kepada TransparanNews tersangka pelaku mengakui perbuatannya dan mengatakan sangat menyesalinya.

“Berawal saya mengintip TAP lagi pacaran sama kekasihnya bang, kekasihnya meremas -remas buah dadanya dan memegang Kemaluan si TAP, dari situlah timbul birahi saya,” ungkapnya.

Lanjut tersangka mengatakan, kemudian sewaktu rumahnya kosong saya masuk dan mencabulinya bang.

“Gak tahan birahi saya bang, saya tutup mulutnya dan mencipok mulutnya, lalu saya remas-remas kedua payudaranya dan meraba kemaluannya bang, saya menyesal perbuatan saya bang,” ungkapnya sambil menundukkan kepalanya.

Atas perbuatannya, tersangka akan mendapatkan ancaman Hukuman 15 Tahun Penjara sesuai
Pasal 82 stay (1) Jo Pasal 76 E UU No. 35 Tahun 2014 Rantang Perubahan atas  UU No 23 Tahun 2002 Rantang Perlindungan Anak

(wilmar/boim)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *