Transparan  News
19 April 2018

Proyek Lelang di DBMSDA Tunjuk Langsung Rekanan untuk Pemenang

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Bekasi menunjuk langsung (plotting) rekanan untuk menjadi pemenang lelang (tender) pada sejumlah paket kegiatan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2018.

Pada dasarnya, rekanan yang sudah diplot menjadi pemenang akan mengusung dua atau tiga bendera (perusahaan) untuk ikut menjadi peserta lelang pada paket yang telah ditunjuk dengan harga penawaran yang bervariasi. Hal itu dilakukan untuk menutupi adanya persekongkolan antara rekanan dan oknum di Dinas BMSDA, sehingga para peserta lainnya tidak mengetahui bahwa paket tersebut sudah di plot kepada satu orang.

Dari penelusuran dan pemberitaan transparannews.com sebelumnya, bahwa rekanan yang telah ditunjuk menjadi pemenang diduga kuat sudah lebih dulu menyetorkan fee (ijon). Sehingga pihak oknum di Dinas BMSDA dengan terpaksa harus menunjuk rekanan tersebut menjadi pemenang pada saat lelang.

Dalam pemberitaan transparannews sebelumnya, bahwa sejumlah nama perusahaan telah dipublikasikan sebagai pemenang lelang berdasarkan informasi dari beberapa narasumber serta adanya pengakuan dari oknum (SN) pegawai Dinas BMSDA yang dipercaya melakukan pembagian titik proyek dan menghubungi rekanan yang ditunjuk untuk menjadi pemenang lelang.

Ironinya, dari beberapa nama perusahaan yang dipublikasikan sebelumnya, setelah pengumuman lelang resmi sesuai LPSE (Lelang Pengadaan Sistem Elektronik) Kota Bekasi, bahwa nama-nama perusahaan tersebut tidak ada yang berubah. Dengan begitu, menjadi salah satu bukti adanya penunjukan langsung (plottingan) yang dituduhkan ke Dinas BMSDA menjadi bukti terjadinya persekongkolan dan pelaksanaan lelang hanya formalitas.

Selain pembuktian dari pemberitaan-pemberitaan, penunjukan langsung (plottingan) dan persekongkolan itu dikuatkan dengan aksi unjuk rasa yang dilakukan Forum Masyarakat Jasa Kontruksi, LSM dan Mahasiswa yang dilakukan di depan Kantor Dinas BMSDA. Dimana, tuntutan pengunjukrasa, (Kamis, 19/4) adalah, penghapusan plottingan, monopoli dan menentukan pemenang lelang (tender). (Anto)

 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *