Transparan  News
31 Mei 2018

Sat Narkoba Polres Metro Bekasi Lumpuhkan Bandar Ganja

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Bekasi terpaksa menembak kaki seorang bandar narkotika jenis ganja di wilayah Cibarusah, kabupaten Bekasi. Tersangka AJS alias T (24 tahun) dilumpuhkan kaki kanannya karena berusaha kabur dan merebut senjata api petugas saat diminta menunjukkan kawanannya yang buron.

Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Chandra Kumara mengatakan penangkapan AJS alias T bermula dari adanya informasi masyarakat bahwa di wilayah Serang Baru dan Cibarusah sering terjadi transaksi narkoba jenis ganja.

Berdasarkan informasi tersebut, tim Sat Resnarkoba Polres Metro Bekasi lalu melakukan penyelidikan di kedua wilayah. Petugas pun mendapati ciri-ciri yang mirip dengan tersangka. 

Kemudian petugas menyamar sebagai pembeli dan melakukan transaksi kepada tersangka. Namun transaksi selalu dibatalkan tersangka hingga 3 kali. Barulah pada transaksi yang ke 4, tepatnya Jum’at (25/5/2018), tersangka menyanggupi permintaan petugas dan memilih lokasi transaksi di wilayah Setu.

“Tim yang dipimpin Wakasat Resnarkoba lalu menuju lokasi transaksi yang ditentukan tersangka. Namun sesampainya di wilayah Setu, tiba-tiba tersangka merubah lokasi transaksi di wilayah Cibarusah,” kata Kapolres Metro Bekasi, Kombes Pol Chandra Kumara, saat gelar perkara, Rabu (30/5/2018) kemarin.

Setibanya di wilayah Cibarusah, tersangka lalu merubah kembali lokasi transaksi, tepatnya di depan gerbang jalan masuk Perumahan Mega Regency Jalan Raya Serang-Cibarusah, Desa Sukasari, Kecamatan Serang Baru, Kabupaten Bekasi.

Tak lama kemudian, tersangka datang dan langsung disambut dengan penangkapan oleh petugas yang sudah bersiaga di lokasi, sekira pukul 16.30 WIB. Petugas lalu menggeledah tersangka dan mendapati handphone dan barang bukti ganja yang sempat dilemparkan. Kemudian didapat lagi barang bukti 1 bungkus kantong plastik hitam dirangkap kantung plastik merah, yang berisikan 5 bungkus kertas laminating warna coklat yang masing-masing berisi daun ganja, digantung di sepeda motor Honda Vario nopol B3870FJZ yang dikendarai tersangka.

Dalam pemeriksaan, tersangka mengaku masih menyimpan ganja di kediamannya di Perumahan Mutiara Bekasi Jaya Desa Sindang Mulya, Kecamatan Cibarusah, Kabupaten Bekasi.

Pada hari itu juga, petugas menuju kediaman tersangka dan menemukan barang bukti yang diletakkan di bawah kolong tempat tidurnya. Barang bukti diantaranya, sebuah karung warna putih yang di dalamnya terdapat 9 bungkus lbata dibalut lakban coklat, dimana masing-masing diduga berisikan narkotika jenis ganja dengan berat seluruhnya mencapai 8.957 gram.

Lalu ada 1 buah kantong plastik besar hitam yang di dalamnya terdapat 1 pak kertas laminating warna coklat, 2 buah timbangan duduk dan 2 buah wadah, 41 bungkus kertas laminating warna coklat masing-masing berisikan ganja dengan berat 3.334 gram, 4 bungkus kertas laminating warna coklat berisikan ganja dengan berat seluruhnya 413 gram yang dibungkus plastik warna putih.

“Tersangka mengaku hanya sebagai kurir dan mendapatkan ganja tersebut dari W yang masih DPO. W berkomunikasi melalui handphone dan mengarahkan tersangka untuk mengambil ganja di suatu tempat, untuk selanjutnya disimpan dan dikemas, kemudian diantar ke pembeli yang telah memesan kepada W,” papar Kapolres.

Petugas bersama tersangka kemudian mendatangi lokasi keberadaan W sesuai informasi, yakni di wilayah Ciputat, namun hasilnya nihil.

Tak lama tersangka lalu berpura-pura ingin buang air kecil dan minta diantar. Selanjutnya tersangka berusaha melawan dengan mendorong dan mencoba merebut senjata api milik petugas, hingga akhirnya terjadi kontak fisik.

“Petugas terpaksa mengambil tindakan tegas dengan menembak kaki kiri tersangka, untuk mencegah tersangka melarikan diri,” ujarnya. Tersangka kemudian dilarikan ke rumah sakit terdekat oleh petugas, untuk diberikan pertolongan pertama. Selanjutnya tersangka bersama seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres Metro Bekasi untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Tersangka dijerat Pasal 114 Ayat 2 Sub Pasal 111 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara atau seumur hidup dan denda sebesar Rp1 miliar. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *