Transparan  News
15 Maret 2019

Sekelompok Orang Merusak Kantor Organda dengan Maksud Mengusai

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI РBersama  Kuasa Hukum, Pengurus Organda Kota Bekasi penggugat Muscab ke IV Tahun 2019 dan yang sah memiliki SK kepengurusan KKU di kepengurusan organda hingga tahun 2021 melaporkan sekelompok orang yang diduga merusak pintu utama kantor organda kota Bekasi ke Polres Metro Bekasi Kota Kamis,(14/03/2019) dengan No. LP 626/K/III/2019/SPKT/Restro Bekasi Kota.

” Oknum pengurus Organda yang tidak taat aturan Hukum mencoba membongkar pintu utama kantor organda Kota Bekasi dengan mencongkel pakai obeng serta batu paling blok,” ujar Jhon Happy Manurung Ketua KKU Trailer yang memiliki SK hingga tahun 2021 usai membuat laporan di Polres Metro Bekasi Kota.

Oknum yang mengaku pengurus DPC Organda yang sudah memiliki SK tapi belum dilantik, ingin menguasai kantor dengan cara merusak pintu.

Lanjut Jhon Happy, disini kan ada orang kerja yaitu pengurus koasi yang notabene terpisah administrasi dan pertanggungjawabannya dengan Organda, kenapa mereka Pengurus yang mengaku memiliki SK memiliki niat sejelek itu, ingin mengosongkan Kantor dengan membongkar, ini adalah perbuatan yang tidak diinginkan oleh semua orang, paparnya.

Terpisah konfirmasi dengan H Suryadi Ketua Koasi Kota Bekasi yang juga sebagai pengurus DPC Organda yang menunggu hasil gugatan dari Pengadilan mengatakan sangat menyesalkan sikap dan perbuatan orang orang pengurus Organda yang memiliki SK, melakukan perbuatan dengan membongkar pintu utama kantor organda ini.

Dijelaskannya, perlu dipahami semua pihak, kita harus menghargai hukum dan sebagai orang yang taat hukum harus menunggu keputusan pengadilan dan juga keputusan hukum yang Inkrah, Suryadi menyesalkan sikap DPD yang seolah olah tidak tau aturan, yang seharusnya DPD itu harus sabar menunggu untuk memberikan SK karena muscab masih dalam Gugatan, dan DPD harus hargai itu.

Lanjut Suryadi yang juga Ketua Wilayah BKMB Utara mengatakan, semua orang tau, muscab organda 2013 dilantik namun SK belum diberikan hingga bulan September dari bulan Maret dan itu dipahami oleh DPD karena ada gugatan, dan Muscab 2019 SK diberikan belum dilantik dan inilah yang harus dipahami karena masih dalam Gugatan.

Saya sudah jelaskan sewaktu ada pertemuan dengan mereka yang mencoba merampas kantor dengan membongkar pintu dan membawa massanya ke kantor organda, bahwa kantor ini juga kantor Koasi yang saya yang bangun dan saya sendiri yang minta ijin kepada pemerintah, kalau ada pernyataan resmi dari pemerintah mengatakan Koasi harus pindah saya siap karena bangunan ini diatas tanah pemerintah, dan kalau kalian group Ahmat Cs melakukan cara seperti itu apapun keputusannya saya tetap bertahan disini karena ini adalah kantor bersama Koasi dan tidak ada hak mereka, tegas Suryadi.

Untuk itu, mari kita memahami Hukum, kalau sudah ada putusan pengadilan dan Hukum yang Inkrah baru kita boleh melakukan apa saja dan tidak dengan cara seperti ini, karena merusak itu, dan masuk rumah orang adalah tindakan memalukan, paparnya menutup. (*)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *