Transparan  News
20 September 2018

Takut Diamuk Massa, Sopir dan Kernet Bawa Korban yang Ditabraknya

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Berdalih panik dan takut diamuk massa, sopir dan kenek Kopaja, terpaksa membawa pria tua yang ditabraknya di daerah Cakung, Jakarta Timur. Namun oleh si sopir tubuh korban diturunkan di tengah jalan dan menyuruh kernetnya membawanya ke rumah sakit menggunakan Bajaj.

Korban akhirnya tewas saat sebelum penanganan medis di Rumah Sakit (RS) Sulianti Saroso, Sunter, Tanjung Priok. Polisi yang mendapat laporan langsung mengamankan kernet Kopaja dengen nomer trayek 27 tersebut.

“Kernet sudah kita amankan begitu kami mendapatkan laporan,” kata Kapolsek Tanjung Priok Kompol Supriyanto.

Dijelaskan kapolsek, hasil identifikasi korban diketahui sebagai Marhali, 68, warga Kelurahan Rawa Terate, Cakung, Jakarta Timur. Sementara kernet atas nama Kuswandi, 42, kini diamankan di Polsek Tanjung Priok.

Dari keterangan Kuswandi, kejadian berawal saat Kopaja yang dikemudikan Andi alias Nanang, menabrak korban di Jalan Rajiman Widyoningrat, Rawa Terate, Cakung. “Mobil baru keluar dari pool di Klender mengarah Pulogadung,” ucap Kuswandi.

Selanjutnya warga Kelurahan Sunter Agung, Tanjung Priok ini mengatakan, di lokasi kejadian, korban terlihat sedang menyeberang jalan. “Tidak tahu kenapa , sopir kehilangan kendali dan menabrak orang itu,” terangka Kuswandi.

Ditambahkan Kuswandi, setelah menabrak sopir tak berhenti malah terus tancap gas, berniat kabur. “Kami takut diamuk warga,” akunya.

Namun niat untuk kabur gagal setelah seorang tukang ojek online mengejar dan memaksa nya untuk bertanggungjawab. “Kami kemudian memutar balik dan membawa korban”.

Saat dibawa, kondisi korban sudah kritis. Namun saat melintas di Jalan Danau Sunter Utara, Blok A, Sunter Agung, sopir menghentikan kendaraannya dan menyuruh Kuswandi menurunkan tubuh korban.

“Saya turunkan dan sempat saya sandarkan di pohon sebelum saya bawa ke rumah sakit pakai Bajaj,” ujarnya.

Selanjutnya Kuswandi sempat membawa korban ke Puskesmas Bambu Kuning, Sunter Agung, namun ditolak pihak puskesmas mengingat kondisi pria malang yang sudah parah itu. “Kemudian saya membawanya ke RS Sulianto Saroso, namun sudah keburu meninggal,”.

Sementara itu pihak RS Sulianto Saroso yang curiga dengan kondisi korban langsung menghubungi Polsek Tanjung Priok. Petugas yang tiba langsung mengidentifikasi korban, hasilnya ditemukan luka pada bagian kepala belakang, luka pada di samping mata kiri dan luka memar dan lecet di sekujur tubuh korban. “Korban meninggal ditabrak, kasusnya kami limpahkan ke unit Laka Lantas Jakarta Timur,” kata Kompol Supriyanto,” pungkasnya.
( anwar )

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *