Transparan  News
16 Mei 2018

Terkait Piagam Al Azhar, Yayasan Waqaf Al Muhajirien Bantah Berikan Fatwa

Anto Baho

TransparanNews, BEKASI – Terkait adanya Piagam Al Azhar yang memberi fatwa untuk memenangkan pasangan calon Walikota Bekasi, Nur-Firdaus, mendapat bantahan dari Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai.

Dalam rilisnya Kepala Legal dan Humas Al-Azhar Jakapermai, Daud Husin menegaskan, pihaknya selaku Pengelola Sekolah-sekolah Al Azhar Jakapermai, Kemang Pratama, Grandwisata, dan Masjid Jamie Al Azhar Jakapermai Keberatan Penggunaan Nama “Piagam Al Azhar”

Dalam rilisnya, Daud mengatakan, terkait pemberitaan di salah satu media online pada Selasa (15/5/2018) kemarin, perihal Piagam Al Azhar, memandang perlu menyikapi;

1. Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai merasa terganggu dan keberatan penggunaan nama “Piagam Al Azhar” karena dikaitkan dengan Pilkada, dalam hal ini Pilgub Jabar dan Pilwalkot Bekasi.

2. Imbauan atau pernyataan yang disampaikan juru bicara Piagam Al Azhar, Ustadz Ahmad Salimin Dani dipastikan tidak mewakili lembaga Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai selaku Pengelola Masjid Al Azhar Jakapermai.

3. Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai merupakan Lembaga atau Yayasan yang bergerak di bidang pendidikan (Pengelola Sekolah-Sekolah Al Azhar Jakapermai, Kemang Pratama, grandwisata dan Pengelola Masjid Al Azhar) dan tidak melakukan politik praktis.

4. Karena tidak berpolitik, sejauh ini Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai masih memegang teguh prinsip tersebut, sehingga dalam pilkada yang sedang berlangsung, sudah semestinya tidak mendukung partai mana pun termasuk mendukung salah satu pasangan calon kepala daerah.

5. Menyangkut penggunaan ruang basement Masjid Al Azhar sebagai tempat pertemuan, Al Azhar hanya menerima pengajuan izin penggunaan acara Mudzakarah para Ulama, Habaib, AIim Ulama, Assatidz/Assatidzah dan para Da’i se Bekasi Raya.

6. Meminta pada pihak-pihak untuk tidak menggunakan/memanfaatkan nama Al Azhar untuk kepentingan pribadi atau kelompok.

7. Yayasan Waqaf Al Muhajirien Jakapermai akan menempuh langkah lain jika dianggap penting.

“Intinya kami keberatan lembaga Al-Azhar dibawa-bawa dalam kontestasi politik,” pungkas Daud. (Saut/Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *