Transparan  News
7 November 2018

Gubenur DKI Geram Dengan Kinerja Dinas Sumber Daya Air

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan geram dengan kinerja Dinas Sumber Daya Air (SDA). Menyusul masih rendahnya serapan anggaran di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tersebut.

Berdasarkan data dalam 11 bulan tahun anggaran 2018, penyerapan anggaran Dinas SDA baru 27,9 persen. Mata anggaran dengan penyerapan terendah yakni pembebasan lahan.

Orang nomor satu di ibukota itupun meminta Kepala Dinas SDA DKI, Teguh Hendarwan bertanggung jawab atas penyerapan anggaran yang rendah di dinasnya. “Kepala (Dinas) SDA suruh tanggung jawab. Anda tanya sama dia, suruh tanggung jawab,” ujar Anies, Rabu (7/11).

Di sisi lain, Anies meminta pembebasan lahan dilakukan dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Dia mengingatkan, jangan sampai harga tanah yang dibayar pemerintah berbeda dengan harga yang diterima pemilik lahan.

“Saya ingin proses pembebasan tanah itu berjalan dengan governance yang baik. Jangan transaksinya cash, harga yang diterima oleh pemilik dengan harga yang dibayarkan oleh pemerintah selisihnya jauh,” kata Anies.

DPRD DKI Jakarta sebelumnya mengkritik realisasi anggaran Dinas SDA DKI Jakarta. Dari Rp1,8 triliun yang dianggarkan di 2018 untuk pembebasan lahan, baru 20 persen yang terserap.

“Ini rapor merah SDA, selalu kayak begini, sudah berapa tahun ini karena masalah pembebasan lahan. Begitu banyak uang yang kita taruh di pembebasan lahan, tetapi tidak ada yang cair sedikit pun,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Iman Satria, Senin lalu.

Imam mengatakan, Jakarta sudah memasuki musim penghujan. Ia menilai antisipasi banjir belum maksimal.Beberapa kali sungai mengalami pendangkalan, termasuk penyempitan trase. Sementara pembebasan lahan yang dilakukan belum berjalan maksimal, beberapa sungai masih mengalami penyempitan.

Beberapa waktu lalu, Teguh mengakui sulitnya membebaskan lahan. Pekerjaan itu harus dikerjakan dengan sangat hati-hati sebelum Dinas SDA melakukan pembayaran. Dinas SDA harus memastikan lahan yang dibebaskan tidak bermasalah. (yosep/awr)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *