Transparan  News
22 Mei 2018

Wakil Gubernur DKI Jakarta Siapkan Legalitas Bazis Dua Opsi

Saut Manullang

TransparanNews, JAKARTA – Badan Amal Zakat, Infaq, dan Shadaqah (BAZIS) DKI Jakarta dianggap ilegal karena tidak bersinergi langsung dengan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mengaku telah menyiapkan dua opsi agar BAZIS DKI menjadi legal.

Kalau satu rekomendasinya adalah kita menjadi Baznas DKI tapi kita me-remain atau me-retain brand Bazis DKI karena para mustahik dan juga para muzakki sudah familiar dengan Bazis DKI. Jadi badannya seperti Baznas DKI tapi dikenal dengan brand equity yang kuat,” kata Sandiaga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa (22/5/2018).

Opsi keduanya adalah kita bekerja sama dengan Baznas untuk membentuk Baznas DKI. Bazis bisa menjadi salah satu lembaga amil zakat. Itu opsi-opsi yang akan kita sampaikan. Tapi kita ingin semua selaras antara kebijakan Baznas dan kami,” tuturnya.

Sebelumnya, Sandiaga Uno mengaku kaget BAZIS DKI disebut ilegal. Dia mengatakan saat itu dia ingin BAZIS diselaraskan dengan Baznas.

FGD ini tebersit karena ada pernyataan dari Pak Ketua Baznas, sahabat kita, guru kita juga, Pak Bambang Sudibyo, bahwa BAZIS DKI itu ilegal. Saya langsung tersentak gitu loh,” kata Sandiaga di gedung Blok G, Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (18/4) yang lalu..

Sandiaga menyatakan ini saat membuka focus group discussion (FGD) dengan tema ‘Kepastian Kelembagaan dan Pengelolaan Zakat, Infaq, dan Shadaqah (ZIS) Provinsi DKI Jakarta’.

Saat ini, Sandiaga menilai BAZIS sudah dikenal masyarakat luas sebagai lembaga penyalur zakat, infak, dan sedekah. Dia ingin BAZIS dapat berkolaborasi dengan lembaga lain.
BAZIS itu kayak brand yang sudah kuat. Jadi sudah nempel gitu loh. Jadi ingat zakat, ingat BAZIS. Di mana-mana begitu,” tutur Sandiaga Uno. (anwar)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *