Transparan  News
14 Maret 2019

Warga Jakut akan Usulkan Penataan Transportasi ke Gubernur

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Warga Jakarta Utara yang tergabung dalam 21 organisasi massa dan membentuk aliansi Jakarta Utara menggugat bersama pemerintah kota serta pihak kepolisian sepakat melakukan penataan untuk mengatasi persoalan kemacetan lalu lintas dipicu truk trailer. 

Usulan penataan tersebut pun nantinya akan disampaikan langsung kepada Gubernur DKI Jakarta agar bisa dituangkan menjadi kebijakan.

Perwakilan Aliansi Jakarta Utara Menggugat, Triyono menjelaskan ada delapan butir kesepakatan hasil pembahasan yang sudah dilakukan sejak sembilan bulan lalu bersama pemerintah kota.
Pointer kesepakatan di antaranya, melakukan penertiban dan tindakan terhadap pool truk trailer serta depo kontainer sesuai Perda nomor 1 tahun 2014 tentang rencana detail tata ruang dan peraturan zonasi, pembatasan jam operasional truk trailer di jalur tertentu, penertiban KIR truk trailer dan melakukan monitoring serta evaluasi bersama kemacetan di Jakarta Utara secara periodik dan terus menerus.

“Kita juga akan mengusulkan rekomendasi untuk disampaikan ke Gubernur. Dalam waktu dekat kita akan sampaikan agar bisa menjadi kebijakan,” katanya, Kamis (14/3).

Rekomendasi usulan yang akan disampaikan kepada gubernur di antaranya pembentukan komite pengawas transportasi tingkat kota, menggelar kajian rutin untuk mengatasi kemacetan dan membentuk pusat informasi tingkat kelurahan dalam rangka membangun sistem informasi dan menyerap aspirasi masyarakat mengatasi persoalan di wilayahnya.


Wali Kota Jakarta Utara, Syamsudin Lologau mengapresiasi peran serta masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Jakarta Utara Menggugat untuk mengatasi persoalan kemacetan. Diakuinya selain memicu ketidaknyamanan, kemacetan berdampak langsung terhadap peningkatan beban ekonomis.

“Teknisnya akan kita bahas terus agar penanganannya benar-benar matang dan solutif,” tegasnya.

Sedangkan Kepala Kepolisian Resort Jakarta Utara, Budhi Herdi Susianto mengapresiasi cara warga Jakarta Utara menyampaikan aspirasi. Tidak melalui aksi turun ke jalan yang berpotensi memicu kemacetan, Aliansi Jakarta Utara Menggugat memberikan usulan yang konkrit menangani masalah.

“Saya sangat apresiasi, tidak perlu turun ke jalan atau sampai melakukan anarkisme tapi memberikan usulan konkrit. Saya kira ini patut dicontoh,” tandasnya. (awr)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *