Transparan  News
20 Mei 2019

Terisolasi, Pelajar SD dan Warga Mengambil Resiko Menyeberangi Sungai

Saut Manullang

TransparanNews, NIAS UTARA – Sangat memprihatinkan dan meresahkan warga atas ambruknya Jembatan sebagai akses utama penghubung antara Dusun IV Desa Afulu dengan Dusun VI Desa Lauru Fadoro Kecamatan Afulu Kabupaten Nias Utara, Provinsi Sumatera Utara (Sumut). 

Menurut penuturan warga, bahwa daerah ini termasuk daerah tertinggal dan sangat terisolir serta luput dari perhatian Pemerintah Daerah kabupaten  Nias Utara dan tidak pernah tersentuh pembangunan baik dari Dana Desa maupun dari APBD Nias Utara.

Dari pantauan transparannews.com, Senin (20/05) di lokasi ambruknya Jembatan penghubung antara Desa Afulu dan Desa Lauru sangat memprihatinkan dimana kondisi jembatan darurat yang di bangun oleh warga secara swadaya pada tahun 2017 telah rusak dan tidak dapat dilewati.

Akibat kondisi jembatan yang tidak dapat dilalui, terpaksa para orang tua dan guru harus menggendong para siswa-siswi SD untuk menyeberangi sungai.

Salah seorang Tokoh masyarakat Dali’ia Zega alias Ama Seni Zega menyampaikan bahwa kondisi jalan dan jembatan tersebut sebenarnya sudah sering disampaikan baik melalui musyawarah desa maupun melalui pemerintah tingkat Kecamatan Afulu, namun sampai saat ini, tidak pernah di tanggapi.

“Kami sangat mengharapkan kepada pemerintahan Nias Utara agar jembatan ini segera di bangun dan diperbaiki, karena anak- anak sekolah setiap hari melewati sungai tersebut. Dan kami khwatirkan suatu saat pada musim hujan sungai kerap banjir dan tentu para siswa-siswi yang masih duduk di bangku SD tidak akan dapat melintasinya dan hal itu sangat berbahaya dan dapat menimbulkan korban jiwa”, tuturnya.

Lebih lanjut ia sampaikan, agar diketahuai jembatan yang harus diperbaiki ada tiga yang setiap harinya dilalui oleh warga dan para siswa-siswi setiap hari, yang panjangnya 20 meter serta dua jembatan lagi dengan panjang 16 meter.

Sementara itu, Kepala SD Negeri 077281 Laraga Loloanaa Sokhinso Gea mengatakan kepada awak media, agar kiranya Wakil Rakyat dan Pemerintah Kabupaten  Nias Utara memperhatikan Infrastruktur jalan khususnya jembatan yang sudah rusak parah.

“Kami tidak pernah lelah untuk melaksanakan tugas sebagai guru, walaupun setiap hari berjalan melewati gunung, lumpur bahkan sungai, demi anak dan generasi penerus, kami tetap optimis menghadapinya, sekalipun sekolah ini tidak termasuk dalam kategori daerah khusus,” ungkapnya.

Sokhinso Gea berharap kepada wakil rakyat dan pemerintah kabupaten Nias Utaramemperhatikan jalan dan jembatan tersebut dan dapat secepatnya diperbaiki, baik dari  dana Desa maupun daerah (APBD).

“Kini jembatan darurat yang kami buat bersama dengan warga pada tahun 2017 yang lalu telah putus ambruk ke bawah maka setiap hari kami selalu menemani siswa-siswi dipagi hari dan siang hari untuk melintasinya. Kami dari pihak sekolah mengharapkan sekali perhatian pemerintah daerah untuk segera memperhatikan kondisi jembatan dan jalan dari Desa Lauru Fadoro menuju Dusun VI loloanaa, demi kelancaran perekonomian warga dan kesejahteraan masyarakat di sana,” harap Kepala Sekolah.  

( Wardiyansyah Waruwu/W-1) 

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *