Transparan  News
10 Maret 2018

Di Hongkong Ada Sempelan Seracen Yang Ikut MCA Tutur Kapolri

Anto Baho

TransparanNews, JAKARTA – Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyebutkan ada sisa kelompok Saracen di Hong Kong. Sempalan Saracen itu turut serta bersama kelompok Muslim Cyber Army (MCA) memanipulasi fakta serta menyebarkan isu SARA, hoax, dan ujaran kebencian.

“Bagaimana terkait antara peristiwa isu (penyerangan ulama) yang berkembang di Jawa Barat, Jawa Timur, Banten dan Yogya. Siapa menaikkan isunya, mereka terkait satu sama lain. Terkait juga dengan sisa Saracen yang ada di Hong Kong itu terkait isu ini,” jelas Tito saat menjadi pembicara dalam pengajian di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jl Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/3/2018).

Kapolri mengatakan kelompok tersebut berusaha menciptakan isu nasional di mana ada serangan sistematis terhadap ulama. Kemudian kelompok ini membuat isu seolah pelakunya adalah kelompok penganut paham komunis.papar nya.

“Sehingga menjadi isu nasional, sehingga publik terpengaruh opini bahwa telah terjadi penyerangan yang sangat sistematis dengan target ulama. Dan kemudian kambing hitamnya terhadap kelompok tertentu, PKI,” terang Kapolri.

Kapolri mengatakan latar belakang tindakan kelompok Saracen dan MCA adalah ingin membuat opini di tengah masyarakat di mana pemerintah seolah tak kredibel menjalankan tugasnya. Ujungnya, masyarakat menuntut adanya pergantian pemerintahan.

“Isu media sosial ini kita dalami lagi, apa motifnya terjadi serangkaian serangan udara (dunia maya). Setelah didalami komunikasinya, tujuannya agar pemerintah dianggap tidak kredibel, kemudian supaya nanti ada pergantian pemerintahan dan lain-lain. Berarti motif politik,” ujar Kapolri.

Kapolri pun melihat berkembangnya hoax seperti itu membawa keuntungan bagi kelompok-kelompok yang tidak sejalan dengan pemerintah saat ini. Kapolri menyebut contoh kelompok yang diuntungkan adalah penganut ideologi khilafah.tegasnya.

“Dan kita juga melihat ini terkait dengan kelompok-kelompok yang tidak nyaman dengan sistem negara ini. Contoh kelompok khilafah,” tutur Kapolri..

Sebelumnya, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Mohammad Iqbal membenarkan informasi adanya anggota-anggota kelompok penyebar konten negatif di luar negeri. Saat itu Iqbal membenarkan adanya anggota kelompok MCA yang di luar negeri yaitu di Korea Selatan.
(anwar/anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *