Transparan  News
13 Februari 2018

Diperkirakan Ratusan Korban Tertipu Arisan “Mama Yona”

Soepianto Naibaho

TransparanNews, BEKASI – Diperkirakan ratusan orang jadi korban penipuan dan penggelapan dengan modus Arisan “mama yona” melalui group fb dengan akun terduga tersangka Desy ChrisnaYulyani Sitanggang hingga kerugiannya mencapai Rp.15 Miliar.

Salah satunya, Maryati (33) warga kampung Kramat Jalan Olah Raga RT 10 RW 05, Kelurahan Cilincing, Kecamatan Kramat Jati, Jakarta Timur telah melaporkan Desy Chrisna Yulyani Sitanggang ke Polres Metro Bekasi atas kasus penipuan dan penggelapan dengan nomor Laporan Polisi: LP/133/70-SPKT/K/I/2018/Restro Bekasi, Selasa, (12/2).

“Dari seluruh daerah di Indonesia yang menjadi korban sekitar 600 orang dengan total kerugian yang dialami ditaksir Rp15 miliar”, ujar kuasa hukum pelapor.

Kuasa hukum korban menceritakan, awal mula korban dikenalkan oleh rekannya kepada Desy (Pelaku). Untuk ikut group arisan “Mama Yona” yang memberikan keuntungan 50 persen dalam sekali putaran. Kemudian korban pun tertarik untuk mengikuti arisan tersebut.

“Korban tergiur dengan keuntungan 50 persen lalu korban pun mentransferkan uang sebesar Rp. 36.000.000 kerekening Bang Mandiri milik pelaku. Korban juga mentransferkan uangnya kembali ke Bang BCA atas nama pelaku juga,” kata Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH), Manotar Tampobolon di Polres Metro Bekasi, Selasa (13/2/2018) dini hari.

Lanjut, Manotar, setelah transaksi dilakukan pelaku menjanjikan akan mengembalikan uang korban berikut bunganya selama sepuluh hari. Setelah waktu yang ditentukan oleh pelaku tersebut dengan waktu yang sudah dijanjikam namun tidak juga dikembalikan.

“Sudah dijanjikan dengan waktu yang sudah ditentukan si Pelaku mamun uang korban tidak cair-cair,” katanya.

Sementara Hardi warga Kampung Polo Harapan Jaya RT 10 RW 10 Cingkareng, Jakarta Barat yang jadi korban, mengaku, uang yang sudah disetorkan ke pelaku sebesar Rp145 juta. “Uang saya dan Kakak saya yang di medan sudah disetorkan ke pelaku sebesar Rp145 juta,” akunya.

Pelaku mengajaknya, untuk bergabung investasi dengan bermodalkan uang Rp1 juta bisa menjadi Rp1,5 juta akhirnya. Korban pun berminat bergabung di group arisan Mama Yona tersebut.

“Setelah saya bersama Kakak saya bergabung yang seharusnya sudah mendapatkan keuntungan namun nyatanya tidak sama sekali. Kam merasa ditipu maka kami pun melaporkan hal ini,” paparnya.

Tak sampai di situ, Maryati yang melaporkan korban menyebutkan, mengenal pelaku melalui jejaring media sosial Facebook pada 12 Desember 2017 silam dan bergabung menjadi member arisan Mama Yona hingga pada 7 Januari 2018 uang yang disetorkan tidak kembali.

“Pada 7 Januari itu uang sudah ada hasil, tetapi ini tidak. Dari mulai bergabung di group itu sampai saat ini. Uang saya tidak kembali,” ungkapnya.

“Korbannya dari setiap daerah di Indonesia. Satu korban saja bisa ratusan hingga puluhan juta. Sementara yang jadi korban pelaku hingga 600 orang siang nanti kita akan kembali bersama korban-korban lainnya,” pungkasnya. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *