Transparan  News
1 Juli 2020

Dirjenpas bersama Kapalapas Anak dan Wanita Tangerang Digugat Melaui Praperadilan

soepianto

TransparanNews, JAKARTA – Dirjenpas Kemenkumhan Irjen Pol Reinhard Silitonga bersama Kalapas Anak dan Wanita Tangerang Prihartati, S.Sos digugat melalui Pra Peradilan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, terkait penahanan Esih Sukaesih tahanan Lapas Anak dan Wanita Tangerang.

“Sesuai Sistem Informasi Penanganan Perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, sidang pra peradilan sejatinya dilaksanakan berdasarkan registrasi perkara bernomor 05/Pid.Prap/2020/PN.Jkt.Pst pada tanggal 29 Juni 2020, namun ditunda hingga minggu depan,” terang kuasa hukum Esih Sukaesih, Ferdinand Montororing, SH kepada transparannews.com, Rabu (1/7) saat dihubungi.

Ferdinand yang juga dosen senior hukum pidana di Universitas Mpu Tantular ini mengemukakan, gugatan terhadap Dirjenpas Reinhard Silitonga maupun Kalapas Anak dan Wanita Tangerang Prihartati, S.Sos karena menahan kliennya Ny. Esih Sukaesih tanpa ada Surat Perintah Mahkamah Agung sejak 13 Mei 2020. Sekalipun telah diperingatkan tapi tidak digubris bahkan dianggap mengada-ada karena Lapas menjalankan putusan Pengadilan Negeri Tangerang yang diajukan kasasi dan belum diputus MA.

Katanya, sebagai kuasa hukum Esih, membantah dan menolak alasan Kalapas karena putusan Pengadilan Negeri Tangerang belum inkracht. “Menahan terdakwa harus ada penetapan penahanan jadi Kalapas ngawur karena tidak paham KUHAP harus belajar lagi, dan harus bisa membedakan antara penahanan sementara dan menjalani pidana, wong putusan pengadilan masih diajukan kasasi artinya belum berkekuatan hukum belum bisa dieksekusi,” paparnya.

Sebelumnya, Ny Esih Sukaesih didakwa oleh Kejari Tigaraksa dengan pasal penipuan dan penggelapan mesin pabrik dan dituntut oleh Pengadilan Negeri Tangerang setahun dua bulan putusan. Namun tuntan tersebut terus dilawan oleh Esih dengan alasan perkara di rekayasa pake uang oleh mantan suaminya warganegara jepang. “Bagaimana mungkin menggelapkan barang milik sendiri, dasarnya karena tak mau diajak rujuk sebagai isteri yang perkawinannya beroleh anak satu,” tandasnya.

Sayangnya, hingga saat ini belum bisa didapat keterangan dari pihak Dirjenpas maupun Kalapas Anak dan Wanita Tangerang. (Anto)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *