Transparan  News
26 Januari 2018

GMBI, Usut Tuntas Provokator Terjadinya Keributan Antar Ormas

Saut Manullang

TransparanNews, BEKASI – Ketua Divisi Bidang Investigasi GMBI (Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia) Kota Bekasi, Delvin Chaniago membantah kalau aksinya berunjuk rasa menyangkut Pilkada Kota Bekasi 2018. Menurut dia, justru aksinya dipolitisir oleh pihak-pihak lain.

“Kami berupaya melakukan aksi demo dengan cara yang santun dan tidak anarkis. Tapi, kami diperlakukan seakan-akan kami bukan bagian dari anak bangsa yang berupaya untuk ambil peran dalam memajukan Kota Bekasi,” ujar Delvin kepada Media Transparan.

Aksi unjuk rasa yang dilakukan GMBI hari Kamis (25/1/2018), ujar Delvin, untuk menyalurkan aspirasi melalui aksi damai. “Entah kenapa, ada beberapa ormas seperti Gibas dan FBR dan lainnya yang ada dalam lingkungan Pemerintah Kota Bekasi berupaya memprovokasi dan mencari keributan,” ungkap dia.

Menurut Delvin, dalam orasi maupun ijin dari aparat Kepolisian Polrestro Bekasi Kota, LSM GMBI ingin menyampaikan aspirasi terkait penolakan LGBT dan juga soal dugaan penyelewengan pajak retribusi parkir sebesar Rp1,6 miliar tahun 2015.

“Jadi kericuhan ini ada pihak yang mau mengadu domba antar ormas.” ungkapnya. Dugaan korupsi itu terjadi di era pemerintahan kota Bekasi di bawah kepemimpinan walikota yang kini maju lagi menjadi calon walikota petahana.

Hal yang sama pun diungkapkan Wakil Sekertaris LSM GMBI, Syamsudin, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pihak kepolisian untuk melakukan unjuk rasa.

“Ini ada apa. Kok kami seperti diadu domba oleh pihak-pihak yang mungkin tidak suka dengan aksi kami. Kami minta pihak kepolisian mengusut tuntas (provokator) kasus ini.” tegasnya.

Dalam rilis yang dibuat GMBI menyebutkan, pihaknya melakukan aksi unjuk rasa dengan beberapa aspirasi seperti “Kami menolak (protes) LGBT” dan juga pajak retribusi parkir yang diduga dijadikan bancakan pihak tertentu tersebut.

Seperti diberitakan, aksi unjuk rasa LSM GMBI di depan Gedung Pemkot Bekasi berakhir ricuh, Kamis (25/01/2018). Kericuhan terjadi karena ada aksi tandingan oleh gabungan ormas lain yang berkumpul di dalam Pemkot Bekasi. Akibat bentrokan ini 4 orang terluka dan sejumlah kendaraan rusak.(Crm)

Baca Juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Name *